468x60bannerad

Friday, April 4, 2014

Lailly Prihatiningtyas, Memimpinlah Pemimpin Muda

Muda usianya, tapi matang kemampuannya. Itulah nilai yang diberikan kepada perempuan yang satu ini. Di usia 28 tahun, Lailly Prihatiningtyas mendapat kehormatan menjadi orang nomor satu di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Per tanggal 16 Desember 2013 lalu, dara asal Jombang, Jawa Timur ini resmi menduduki kursi direktur utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Tentu, penunjukkanya bukan karena hal lain, kecuali karena ia memang memiliki kapabilitas untuk itu.

Sebelum dan sesudah resmi memimpin, perempuan yang biasa disapa Tyas ini memang sontak menjadi gula-gula media. Sejak Menteri BUMN Dahlan Iskan mengumbar penunjukan Tyas, ramai-ramai media mengangkatnya. Memang, dalam beberapa tahun ini sosok pemimpin muda ramai diperbincangkan. Sebab semakin banyak eksekutif muda atau pemimpin papan atas lahir dari kalangan “gen Y”. Kiprah mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka mampu mengartikulasikan kreativitas dan progresifitasnya sebagai ciri kaum muda, dan banyak dari mereka sukses mengelola dan memimpin perusahaan.

Tyas adalah dara yang dilahirkan tanggal 22 Desember 1985. Generasi Y atau gen Y adalah kelompok anak muda yang juga disebut generasi milenium, mereka yang berusia belasan tahun hingga awal tigapuluhan. Di dunia kerja, mereka terkenal sebagai generasi andal karena penuh kejutan dengan kerap menelurkan ide-ide brilian. Ya, mungkin boleh dikatakan yang muda yang memimpin adalah fenomena tergolong baru di negeri kita.

Namun demikian, usia muda (lagi perempuan) bukanlah hal satu-satunya dalam kaitan penunjukan Tyas sebagai pemimpin salah satu BUMN. Karena Dahlan Iskan pernah mengatakan, di era saat ini menentukan pemimpin perusahaan tidaklah dilihat dari seberapa lama dia menjabat, tapi dilihat dari seberapa pintar orang itu dalam menjalankan strategi yang berguna bagi perusahaan. Kemampuan dan keinginan tinggi dari seseorang juga menjadi nilai lebih untuk menjadi seorang pemimpin. Dan begitulah, Tyas dipilih Dahlan karena ia menilai Tyas pintar, mampu, dan berpotensi.

Tyas telah lulus menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Kini, tugas memimpin PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sudah ada di pundaknya. Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Indonesia dan Tilburg University, Belanda ini, ingin dapat bersama-sama jajarannya membawa PT. Taman Wisata bisa menelola taman dan lingkungan candi-candi tersebut dengan baik dalam rangka pelestarian.

“Candi-candi ini kan pride of nation. Siapapun yang menjaga kelestariannya menurut saya sangat terhormat. Dan tentunya, kita samua ingin membawa candi-candi ini sebagai suatu destinasi budaya dan kebanggaan bangsa,” ujarnya.

Ditambahkan Tyas, adalah sangat penting untuk meletarikan tidak hanya dari fisiknya, namun yang lebih penting adalah melestarikan dari sisi nilainya. “Seperti nilai budaya yang menyangkut nilai pendidikan, agama, dan sebagainya, dengan cara memberikan informasi yang kita wujudkan dalam fasilitas-fasilitas dan juga jasa-jasa atau produk-produk wisata yang kita lakukan di zona kewenangan PT. Taman Wisata Candi. Borobudur dan candi lainnya sudah seharusnya dimanfaatkan dengan menjual aspek budayanya secara utuh, tidak hanya monumannya saja. Sebab tentu nenek moyang dulu memiliki proses budaya sebelum akhirnya dapat mewujudkan candi-candi itu. Itulah yang mustinya diuri-uri,” tuturnya.

Sejak menjabat, Tyas memang telah mencari dan mempelajari akar-akar masalah yang menghambat kemajuan perusahaan tersebut, sekaligus potensi dan kemungkinan-kemungkinan ke depan. Karena itu, ia pun membuka diri kepada siapa saja, terutama para pemangku kepentingan untuk berdialog, berkomunikasi dan bekerjasama.

Sedikitnya itu yang menjadi perhatian Tyas saat ini, dan pastinya masih ada banyak hal yang harus juga segera mendapat perhatiannya. Untuk itu, Tyas pun bertekad melaksanakan tugas-tugasnya sebaik mungkin. Dan terlepas dari itu, sosok Tyas sebagai pemimpin muda rasanya dapat dijadikan inspirator bagi kaum muda untuk terus berkarya dan bekerja keras.

Teks: FA Herru; Foto Albert
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.