“Bagi saya, dalam bisnis tantangannya adalah service. Kita harus bisa memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Contohnya, selain memberikan fasilitas yang lengkap, mekanik-mekanik kami bekali training sehingga mereka mampu memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan, apalagi produk kami merupakan mobil yang canggih dan modern. Dengan itu semua, saya yakin bisa memenangkan persaingan di bisnis otomotif yang ketat ini,” papar pria kelahiran Kudus, 21 April 1966 ini kepada Kabare.
Johanes juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membuktikan bahwa pelayanan yang prima mampu meningkatkan daya saing dan mendongkrak penjualan. Pasar otomotif Solo yang kini sedang fokus digarapnya diyakini menjadi salah satu lahan bisnis yang sangat potensial karena semakin hari pertumbuhannya semakin nyata. Satu hal yang menjadi harapan pria yang hobi touring ini adalah adanya perbaikan di bidang infrastruktur. Karena dirinya yakin bahwa dengan penambahan infrastruktur maka perekonomian masyarakat juga kian meningkat.
Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast









