468x60bannerad

Monday, July 7, 2014

Leo Kristi, Orkestra Sang Pengelana



Lirik-lirik yang diciptakannya seperti syair kehidupan. Potret rakyat jelata, pigura alam, serta degup jantungnya pada negeri tercinta. Semua tercipta dari tapak kaki yang menuntunnya dari ujung ke ujung jalan.

Selepas 80-an, waktu laksana sampan yang dikayuhnya ke tepian. Sosok Leo Kristi hampir tak pernah terlihat lagi di televisi hingga saat ini. Dunia populer perlahan ditinggalkan, seiring berubahnya gaya melagu para seniman musik. Sendiri, ia telah menemukan jalurnya dan menikmatinya. Ia memilih mendayung sampan di tepian, di sungai kecil yang tak banyak ikan. Di situ ia tetap melagu, menyuarakan rasa yang menggelora ketika melihat serak-serak kehidupan yang dilewatinya.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Arswendo Atmowiloto, “Budaya itu Bintangnya Indonesia”



Arswendo Atmowiloto, sosok pria agak nyleneh, dikenal suka berkelakar dan terkesan seenaknya sendiri. Dialah pribadi yang suka humor dan santai. Nama aslinya adalah Sarwendo, tapi karena dianggap tidak membawa keberuntungan, maka dia mengubahnya menjadi Arswendo Atmowiloto. Pria yang dikenal sebagai penulis sekaligus wartawan yang aktif di berbagai surat kabar ini lahir di Solo, 26 November 1948.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Sunday, July 6, 2014

Dr. Tedjo Rukmoyo, Sp. OTSpine(K), Salurkan Rasa Takut Jadi Energi Positif

Hobi dalam bidang otomotif rupanya sudah mendarah daging sejak kecil. Kepada Kabare, sosok dokter ahli bedah orthopedic dan tulang belakang yang kini bertugas di RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta, ini banyak mengisahkan kenangan masa kecil dan pengalamannya dalam bidang otomotif. Dr. Tedjo Rukmoyo, Sp. OTSpinke(K)., dikenal sebagai dokter spesialis bedah tulang belakang. Alumni dari FKU UGM yang mengambil spesialisasi bedah tulang di Unair kemudian dilanjutkan dengan memperdalam bedah tulang belakang di UI hingga akhirnya menyempurnakan pendidikannya di Sapporo University dan State University New York, ini memang cukup mumpuni dalam bidangnya.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Saturday, July 5, 2014

Sri Maryati, Cantik Itu Milik Perempuan

Semua memang harus dari hati. Bagi kaum perempuan, cantik pun musti berasal dari hati. Setidaknya hal itu yang diungkapkan Sri Maryati, Area Sales Manager Jateng-DIY Martha Tilaar Group, saat berbincang seputar kecantikan dengan Kabare. Menurutnya, setiap perempuan itu wajib cantik. “Karena cantik itu milik perempuan, maka perempuan harus cantik,” katanya. Ditambahkan Maryati, kecantikan perempuan dari sisi fisik memanglah yang pertama, artinya memang harus benar dipelihara. Namun, menurutnya ada yang lebih dari itu, kecantikan perempuan yang utama adalah kecantikan yang berasal dari hati, atau yang disebut inner beauty. Karena dengan itu, perempuan akan menjadi cantik sempurna.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Friday, July 4, 2014

Novita Pratika Ismayanti, Menyeimbangkan yang Kiri dan Kanan

Ini adalah soal apa pengaruh otak kiri dan kanan pada cara berpikir. Banyak artikel menyebutkan, otak kiri berfungsi mengatur kemampuan manusia pada nalar, tulisan, hitungan dan logika. Jika otak kiri bermasalah, akan berakibat gangguan ingatan jangka pendek, berbicara, dan logika matematis. Orang musti bermain puzzle, belajar berhitung dan ilmu pasti lainnya, untuk menjaga otak kiri bekerja optimal.

Sedangkan otak kanan berfungsi untuk berpikir kreatif, memberikan kemampuan manusia untuk berkhayal, mencurahkan emosi, mebedakan warna, serta ilmu ruang. Otak kanan juga berkemampuan untuk menyimpan memori jangka panjang. Dan jika yang kanan ini bermasalah, maka yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Untuk menjaga ketajamannya, maka seseorang perlu mendengarkan atau bermain musik.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Dr. Ernawati Hardani, MPH., Fashion Menunjang Kecantikan



Bagi perempuan kelahiran 18 Mei ini, wanita harus selalu tampil cantik. Kecantikan raga tak harus selalu ditunjang dengan perawatan yang mahal, namun dengan pemilihan padu padan busana yang pas, maka akan terlihat anggun dan berkelas. Maka lain halnya dengan wanita yang memiliki paras rupawan tapi penampilannya urakan maka jika dilihat secara keseluruhan maka kecantikannya tak akan terlihat.

“Kecantikan dan fashion itu kan seiring sejalan. Wanita mana yang tak ingin terlihat cantik? Oleh karenanya, setiap wanita harus memiliki taste yang bagus untuk fashion. Tentunya, akan lebih bagus lagi jika ditunjang dengan perawatan kecantikan baik dari dalam maupun dari luar, karena penampilan yang baik akan menunjang kecantikan kita,” ujar dokter yang juga pemilik Derna Health & Beauty ini.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014


Thursday, July 3, 2014

Rudy Christianto, Bangun Generasi Bangsa Lewat Edukasi

Potensi Indonesia dalam bidang pertanian dan seni budaya memang semakin mengalami kemajuan berarti. Adanya peran pendidikan dalam memajukan potensi yang dimiliki bangsa ini juga sangat penting karena edukasi merupakan landasan pokok untuk menyiapkan generasi mendatang. Meski demikian, rupanya Indonesia masih memiliki beberapa daerah yang masih tertinggal, karena keterbatasan pemerintah dalam menjangkau tempat-tempat tersebut sehingga pendidikan dirasakan kurang optimal. Menyadari bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun juga tanggung jawab bersama, maka PT. Astra International, Tbk., sebagai baguian dari masyarakat Indonesia merasa terpanggil untuk berkarya menyelamatkan generasi bangsa melalui kepedulian di bidang pendidikan.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Dr. Maman Hermawan, M.Sc., Kembangkan Hasil Laut non Konsumsi Hingga Mancanegara

“Hasil non pangan kelautan dan perikanan Indonesia masih kalah saing dengan negara-negara lainnya. Contoh, persaingan produk ikan patin dengan Vietnam, di mana produk dari negara tersebut harganya jauh lebih murah dari Indonesia. Saat ini Indonesia baru memanfaatkan produk utamanya saja dan tidak memperhatikan hasil limbah dari produk utamanya tersebut. Untuk itu Dinas Pengembangan Produksi Non Konsumsi ini berperan disana, di mana hasil sampling tersebut di olah menjadi produk-produk baru yang bermanfaat dan dengan menggunakan konsep blue economy,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Provinsi di Bengkulu ini kepada Kabare.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014

Wednesday, July 2, 2014

Arie Irwanto, Tingkat Pendidikan Bukan Pengahalang

Banyak orang tidak akan menyangka, Arie Irwanto mengawali karier di bidang perhotelan sebagai seorang security 9 tahun yang lalu. Awal kariernya dimulai selepas ia lulus SMK di Surabaya, merantau ke Pulau Dewata dan bekerja di salah satu hotel. Waktu pun bergulir, diam-diam pihak manajemen hotel mengawasi kinerjanya.

Pihak hotel menilai, Arie bekerja sangat baik. Maka oleh manajemen, Arie dipindah ke bagian dalam dapur. Karier Arie tidak hanya berhenti sampai di situ. Pelan tapi pasti, kariernya menanjak hingga puncak. Hingga suatu waktu, ia dipercaya sang owner menjabat general manager. Hasilnya, dalam beberapa waktu hotel yang ia pimpin berkembang sesuai harapan. Atas prestasi itu, dalam waktu relatif singkat, Arie sudah dipercaya menakodai 3 hotel sekaligus dan bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 145, Juli 2014
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.