468x60bannerad

Saturday, July 27, 2013

Farida Fusiawati: Nikmati Dunia Bisnis

Melabuhkan hidupnya di dunia bisnis bukanlah impiannya sejak mula. Ia merasa tak punya kemampuan untuk untuk menetapkan lakunya di sana, di saat orangtua memintanya untuk membantu mereka mengurus usaha. Namun perjalanan hidup ke depan siapa yang bisa menebak. Kini, ibu yang satu ini justru keasyikan bermain di dunia itu.

Alumnus Universitas Islam Indonesia ini kini tampak amat menikmati pekerjaannya. Ia seolah lupa dengan apa yang dirasakannya dulu. Sebaliknya, ia pun sekarang justru merasa seolah 24 jam kurang untuk mengurus bisnis-bisnisnya. Beberapa bidang bisnis atau usaha, seperti restoran, toko oleh-oleh, SPBU, produksi makanan khas Jogja, juga pabrik penyuplai kedai-kedai es teler untuk wilayah Jogja, Jateng, Jatim, hingga Bali, telah dijalankannya bersama suaminya. Karena warga Jogja, kebanyakan bisnis yang dijalankan berada di Jogja.

“Memang dulu saya justru ingin bekerja sebagai pegawai kantoran. Tidak ada niatan berbisnis, dan orangtua saya yang menganjurkan saya membantu bisnisnya, selalu saya tolak, saya mentahkan. Tapi di kala saya benar-benar harus membantu pekerjaan orangtua, lama-lama saya mengetahui bahwa ada sesuatu yang memang tidak bisa diurus orang lain,” ujar pebisnis asal Jogja ini.

Seiring waktu berjalan, akhirnya Farida justru dapat memulai bisnis-bisnis baru yang dipegangnya hingga kini. “Lama-lama saya sendiri akhirnya dapat merasa enjoy juga berbisnis. Mungkin saja ini karena saya kualat sama orangtua saya karena dulu ngeyel pada mereka,” lanjutnya, sembari bergurau.

Farida saat ini telah dapat melebarkan sayap bisnisnya ke beberapa bidang. Yang terbaru saat ini, ia bersama suami sedang membangun sebuah hotel berbintang tiga di daerah Pojok Benteng Wetan, Jogja. Menurutnya, bidang usaha hospitality di Jogja sampai saat ini masih sangat diperlukan. Mengingat Jogja selalu dipenuhi wisatawan, terlebih di waktu-waktu liburan. Dengan usaha yang sedang dalam proses pembangunan ini, ia memang ingin meramaikan perindustrian pariwisata di Jogja. “Agar kepariwisataan Jogja semakin tidak ada matinya,” Katanya, mengakhiri.

Teks: FA Herru.

Friday, July 26, 2013

Lita Sutjipto: Cinta Tanah Air, Cinta Produk Dalam Negeri



Arti dari cinta tanah air adalah cinta kepada bangsa dan negara tempat di mana kita dilahirkan, dibesarkan, dan memperoleh kehidupan di dalamnya. Karena dari negara kita tersebut, semua yang kita butuhkan akan kita dapatkan. Cinta tanah air sama saja rela berkorban demi kepentingan negara. Memajukan kehidupan bangsa, mencerdaskan diri sebagai wahana keikutsertaan dalam rangka proses pembangunan tanah air atau negara.

Menghayati arti dari cinta tanah air memanglah bukan perkara yang mudah. Perlu kesabaran dan kerendahan hati untuk mewujudkannya. Karena dalam prosesnya, akan banyak ancaman, tantangan dan rintangan yang kita hadapi datang dari mana saja, baik dari dalam diri sendiri maupun luar diri kita, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun jika kita tetap memiliki rasa dan kikap mencintai tanah air dengan sepenuh hati, adalah bentuk perbuatan yang merupakan bagian dari iman.

Dengan mencintai produk dalam negeri, misalnya. Hal ini sudah merupakan keharusan bagi setiap warga negara. Banyak alasan untuk mencintai produk dalam negeri, salah satunya yaitu agar produk dalam negeri sendiri bisa bersaing di kancah internasional.

Thursday, July 25, 2013

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat: Jaya Bersaing atau Mati Tergilas



Tentang Indonesia, cendekiawan ini mengaku kagum. Menurutnya, Indonesia adalah sebuah keajaiban. Alamnya kaya raya, budayanya beragam, dan tetap menjadi NKRI. “Indonesia bangsa yang unik. Padanya terdapat keajaiban budaya, keajaiban geografis, dan sebagainya. Ini sangat luar biasa, dan merupakan asset bangsa yang hebat,” katanya.

Pak Komar, sapaannya, mengilustrasikan, kalau peta Indonesia diletakkan di Eropa bagian timur atau barat, mungkin luasnya bisa mencakup 40 negara di Eropa. “Ini merupakan anugerah Tuhan. Anugerah semesta yang membuat iri bangsa lain. Indonesia ini kaya sekali, luar biasa melimpah sumber daya. Jadi kita memang harus pandai-pandai mengelola dengan baik. Sebab jika tidak, ini justru menjadi sumber malapetaka,” imbuhnya.

Sunday, July 21, 2013

Maria Tomassa: Kagum dengan Kuliner dan Kerajinan Indonesia

Masakan Indonesia memang terkenal lezat, bahkan rendang kini menjadi digadang-gadang menjadi salah satu menu masakan Indonesia yang terlezat di dunia. Istri Duta Besar Filipina untuk Brunei Darussalam, Maria Tomassa mengatakan bahwa Indonesia dan Filipina memiliki persamaan dalam hal menciptakan kuliner. Masakan yang kaya akan rempah menjadikan masakan Indonesia dan Filipina banyak dikenal di luar negeri.

“Saya beruntung bisa secara langsung menikmati aneka kuliner khas Indonesia seperti rendang, sate ayam, gudeg dan lainnya. Rupanya Indonesia tak hanya terkenal akan keindahan alam dan kerajinannya, namun juga aneka kuliner yang lezat,” papar Maria ketika ditemui Kabare di Rumah Batik Kedaton Yogyakarta.

Dalam kesempatannya berkunjung ke Jogja kali ini, Maria ingin berbelanja batik. Bagi Maria, batik merupakan salah satu kain tradisional khas Jogja yang harus dimilikinya. Baginya, ini merupakan kesempatan berharga untuk melihat sentra batik di Jogja secara langsung, sehingga kesempatan berbelanja batik takkan disia-siakan.

Teks: Della Yuanita; Foto: Albert.

Saturday, July 20, 2013

Dr. Ir. Tumiran, M.Eng.: Pengembangan Energi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Lahir dan besar di sebuah desa kecil di Deli Serdang, rupanya tak membuat sosok akademisi ini patah arang untuk melanjutkan mimpi besarnya untuk berkecimpung dalam bidang teknik. Meski sebelumnya bercita-cita bekerja di bidang ekonomi, namun Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air Sigura-gura Asahan, Sumatera Barat, mengubah jalan pikiran Dr. Ir. Tumiran, M.Eng., ketika pada akhirnya dirinya bermimpi ingin meneruskan pendidikannya di bidang teknik. Sebagai anak seberang, Tumiran pun memantapkan niatnya untuk mengikuti tes di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mengambil jurusan Teknik Elektro. Siapa mengira mimpi itupun terwujud, bahkan dirinya mendapatkan kesempatan menjadi dosen di jurusan tersebut.

Mimpi Tumiran pun tak terhenti di situ. Berbekal tekad dan kemauan, dirinya kemudian mengikuti seleksi pendidikan di luar negeri untuk lebih meningkatkan ilmu yang dimilikinya. Tumiran beruntung, mimpinya tak sia-sia. Dirinya lolos seleksi pendidikan S2 Teknik Elektro di Saitama University Jepang pada tahun 1993. Sosoknya yang humble dan disukai banyak teman, membuat Tumiran pun terpilih menjadi Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang dalam medio tahun 1993.

Monday, July 15, 2013

William Wongso: Pembela Keaslian Nusantara

Saat Indonesia sedang dibuai aksi kuliner para celebrity chef, William Wongso justru tampil dengan konsep berbeda. Tiga puluh tahun kenyang melanglang buana di dunia kuliner internasional, William justru terpanggil untuk melindungi keaslian rasa dan nama kuliner Indonesia. Dengan mempertahankan keaslian rasa dan nama, ia yakin kuliner Nusantara akan berjaya di mancanegara.

Om Will, begitu dia akrab disapa, memang berhasrat mengangkat derajat kuliner Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Baginya, kuliner adalah soal tasting dan menggali keunikan dari rasa sebuah masakan, bukan sekadar jalan-jalan dan makan-makan sebagaimana yang banyak dilakukan orang pada umumnya. Memori rasa dari sebuah masakan akan menjadi kekayaan tersendiri yang tidak bisa dipelajari secara akademis. “Even when you go to the best culinary school in the world,” tegas pemilik Vineth Bakery dan William Kafe Artistik itu.

Kekayaan akan rasa inilah yang menurutnya penting untuk dimiliki mereka yang ingin belajar kuliner. Rasa yang tersimpan dalam ingatan jadi modal berharga. Seseorang bisa menimbang-nimbang kepantasan sebuah harga makanan dan mengerti cara menikmati sebuah makanan bila ia mengerti dan mengenal rasanya, begitu ia berpendapat. Maka dari itu, ia lebih memilih dipanggil filantropis rasa dibanding sekadar ahli kuliner biasa.

Saturday, July 13, 2013

Mara Sophie: Inner Beauty Cerminan Kecantikan Wanita

Penyanyi multitalenta, penulis lagu dan voice over actress asal Belanda, Mara Sophie, baru-baru ini datang ke Indonesia. Mara Sophie sengaja berkunjung ke Indonesia karena kini dirinya didaulat sebagai brand ambassador sebuah brand kosmetik produksi Indonesia. Sebagai penyanyi jazz ternama, Mara Sophie tak hanya sekadar memiliki paras yang cantik dan bentuk tubuh ideal. Namun dirinya juga memiliki kepribadian down to earth. Sebagai seorang wanita, Mara sangat memahami arti kecantikan sangat penting untuk kaum hawa.

“Meski demikian, seorang wanita harus bisa membangun inner beauty. Tampil cantik memang penting namun akan lebih baik jika ditunjang dengan kecantikan dari dalam. Karena bagi saya cantik yang abadi adalah kecantikan dari dalam (inner beauty) bukan hanya cantik dari luar saja. Inner beauty adalah keindahan nyata yang tak lekang oleh waktu. Inner beauty is the real beauty,” demikian ujar Mara Sophie kepada Kabare di Indische Coffee, Benteng Vredeburg beberapa waktu lalu.

Kepada para wanita, Mara Sophie berpesan hendaknya kita dapat membangun kecantikan dari dalam karena hal itu adalah asset berharga dan jika kita memiliki hal tersebut maka kita akan menjadi manusia paling indah di muka bumi ini.

Teks: Della Yuanita; Foto: Veronika Sekar

Tuesday, July 9, 2013

HE. Mr. Mourad Belhassen dan Mrs. Houda Zaibi Belhassen: Solidaritas Tali Saudara

Timur Tengah sejak lama menjadi kawasan terpenting di dunia. Secara geografis, kawasan Timur Tengah dianggap strategis, karena berada pada pertemuan benua Eropa, Asia, dan Afrika. Kawasan Timur Tengah didiami negara-negara yang secara umum kondisi sosial politiknya terhubung satu sama lain. Mengenai Timur Tengah ini, bagi Indonesia, kawasan itu selalu menarik perhatian.

Pergolakan yang tidak henti-hentinya makin menjadi perhatian sekaligus keprihatinan bangsa Indonesia. Salah satu faktor penyebab tingginya perhatian Indonesia pada kawasan itu adalah adanya kedekatan emosional (keagamaan) antara bangsa Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah. Selain itu, masyarakat Indonesia umumnya mempunyai cukup pengetahuan mengenai kawasan Timur Tengah, dan secara khusus adalah negara Tunisia.

Hubungan antara Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah, khususnya Tunisia, memang sudah lama terjalin. Secara makro, Indonesia melihatnya sejak masuknya Islam ke Indonesia. Hubungan itu diperkuat melalui pertemuan-pertemuan resmi, dengan keikut sertaan organisasi-organisasi Islam di Indonesia dalam kongres-kongres Islam.

Thursday, July 4, 2013

Harry Juwono: Sukses Berkat Warisi Keahlian Sang Ayah



Salah satu warisan kebudayaan China yang hingga kini masih eksis dan diakui dunia adalah pengobatan tradisionalnya. Pengobatan tradisional China bahkan dinilai sebagai salah satu pengobatan alternatif medis saat ini. Pada prakteknya, pengobatan tradisional yang telah berkembang selama ribuan tahun lamanya ini menggunakan bahan-bahan alami yang dipercaya berkhasiat bagi kesehatan ragawi. Berawal dari keahlian menjadi sinshe secara turun temurun inilah, sosok Harry Juwono memantapkan diri untuk mengembangkan usaha yang semula dirintis oleh kedua orangtuanya pada tahun 1952 di Magelang.

Wednesday, July 3, 2013

Sri Handayani: Bantu Promosikan Indonesia

Menjadi istri seorang duta besar mengharuskan Sri Handayani atau yang akrab disapa Nani ini untuk mengikuti suami ke Brunei Darussalam untuk menjalankan tugas. Meski menemani sang suami Handriyanto Kusumo Priyo di Brunei, bukan berarti Nani sepi dari kesibukan. Justru dirinya banyak bersosialisasi dengan masyarakat Brunei maupun bergaul dengan para istri duta besar dari Negara lain yang juga mengikuti tugas sang suami.

“Banyak kegiatan untuk mempromosikan Indonesia yang kami gelar seperti acara Halal Bihalal ketika Lebaram, undangan jamuan makan siang atau makan malam dengan menu-menu a la Indonesia serta gathering untuk lebih mengakrabkan diri dengan para duta besar maupun kolega lainnya,” ungkapnya.

Nani mengungkapkan bahwa dengan bertemu dan bersosialisasi serta membina hubungan persahabatn dengan para koleganya di Brunei semakin memudahkan dirinya dalam mempromosikan kekayaan Indonesia, baik berupa obyek wisata maupun produk kerajinan tangan. Nani pun tak tanggung-tanggung dalam upaya mempromosikan Indonesia kepada para sahabatnya di Brunei. Beberapa waktu yang lalu, dirinya menggelar tour ke Jakarta dan Yogyakarta bersama para istri duta besar lainnya untuk menikmati keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Teks: Della Yuanita; foto: Albert
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.