468x60bannerad

Tuesday, July 9, 2013

HE. Mr. Mourad Belhassen dan Mrs. Houda Zaibi Belhassen: Solidaritas Tali Saudara

Timur Tengah sejak lama menjadi kawasan terpenting di dunia. Secara geografis, kawasan Timur Tengah dianggap strategis, karena berada pada pertemuan benua Eropa, Asia, dan Afrika. Kawasan Timur Tengah didiami negara-negara yang secara umum kondisi sosial politiknya terhubung satu sama lain. Mengenai Timur Tengah ini, bagi Indonesia, kawasan itu selalu menarik perhatian.

Pergolakan yang tidak henti-hentinya makin menjadi perhatian sekaligus keprihatinan bangsa Indonesia. Salah satu faktor penyebab tingginya perhatian Indonesia pada kawasan itu adalah adanya kedekatan emosional (keagamaan) antara bangsa Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah. Selain itu, masyarakat Indonesia umumnya mempunyai cukup pengetahuan mengenai kawasan Timur Tengah, dan secara khusus adalah negara Tunisia.

Hubungan antara Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah, khususnya Tunisia, memang sudah lama terjalin. Secara makro, Indonesia melihatnya sejak masuknya Islam ke Indonesia. Hubungan itu diperkuat melalui pertemuan-pertemuan resmi, dengan keikut sertaan organisasi-organisasi Islam di Indonesia dalam kongres-kongres Islam.

Melihat hubungan yang dijalin antara Tunisia dengan Indonesia, maka akan mendapati hubungan solidaritas yang didasari atas ukhwah Islamiyah atau tali persaudaraan. Kerjasama antara Indonesia dengan Tunisia pada saat ini difokuskan pada dua target utama, yakni peningkatan hubungan bilateral, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan industri. Selain itu, juga peran serta Indonesia dan Tunisia dalam proses perdamaian di negara-negara Timur Tengah.

Semua hal itu disampaikan oleh Duta Besar Tunisia untuk Indonesia HE. Mr. Mourad Belhassen kepada Kabare. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam keunikan. Mulai dari sifat keramahtamahan masyarakatnya hingga tentang kota-kotanya yang memiliki beragam budaya yang menarik untuk dipelajari.

HE. Mr. Mourad Belhassen juga mengatakan, Tunisia juga menghormati perbedaan agama bagi penduduknya, sama seperti Indonesia. Indonesia juga memiliki sifat menghargai pluralisme yang cukup tinggi. Memiliki banyak keanekaragaman agama dan suku bangsa, tetapi tetap memiliki rasa persatuan yang tinggi. Itulah, menurutnya, yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Indonesia dengan Tunisia sendiri sudah menjalin persahabatan cukup lama. Diawali sejak Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang bersahabat dengan Presiden Tunisia Bourgiba. Secara khusus, Duta Besar Mourad Belhassen mengatakan, Tunisia dan Indonesia memiliki banyak persamaan tradisi dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Di samping hal tersebut, antara Tunisia dan Indonesia mempunyai banyak potensi kerjasama dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Dalam bidang kemanusiaan, pada tahun 2006, Republik Tunisia juga ikut membantu para pengungsi korban bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta dengan mengirimkan para ahli medis, obat-obatan dan makanan.

Mengenai Indonesia, selain itu, Duta Besar Mourad Belhassen mengaku sangat berkesan dengan dua kotanya. Sebab Jakarta dan Yogyakarta adalah dua kota yang pertama kali dikunjunginya semenjak bertugas di Indonesia di dampingi sang Istri Mrs. Houda Zaibi Belhassen. “Jakarta adalah kota yang cukup besar dan spesial. Terdapat banyak gedung tinggi yang terpusat, dan memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Sedangkan Yogyakarta banyak tempat wisata serta bangunan-bangunan bersejarah yang menggoda wisatawan untuk selalu berkunjung ke sana,” demikian tuturnya sekilas setelah melihat pertama kali dua kota tersebut. Ia pun sangat kagum dengan keunikan Candi Borobudur sebagai bangunan yang di banggakan oleh masyarakat Indonesia.

Walaupun belum lama bertugas di Jakarta, ia sudah sangat menyukai bekerja di Indonesia. Ia dan istrinya bahkan mengaku ingin sekali mengunjungi kota-kota yang ada di Indonesia. Mereka tertarik untuk mempelajari dan mengetahui keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia serta menikmati keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Teks: Herlan; Foto: Rama
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.