468x60bannerad

Saturday, January 11, 2014

Erik Meijer: Indonesia, Negara Sejuta Potensi



Rasanya tidak banyak kita menemukan sosok pengusaha ekspatriat seperti Frederik Johannes Meijer atau yang akrab dengan nama Erik Meijer. Pria kelahiran Belanda, 6 September 1970 ini terbilang sukses dalam mengawal tiga perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Kini, Erik diminta oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk menduduki jabatan yang cukup strategis di PT. Garuda Indonesia Tbk., sebagai Direktur Komersial. Rentang waktu 20 tahun rupanya sudah dilalui Erik dalam perjalanan kariernya di Indonesia. Berawal dari ditugaskan selama dua pekan oleh sebuah perusahaan operator Belanda bernama KPN Royal Dutch Telecom pada tahun 1993 untuk mengembangkan bisnis, menjalin kerjasama dan pemasaran di Indonesia, Erik pun tak pernah menyangka jika kariernya kemudian melesat di negeri ini.

“Saat itu tujuan saya dikirim ke Indonesia oleh perusahaan dimana saya bekerja dulu adalah untuk membuat bisnis plan untuk mencari investasi-investasi. Setelah membeli saham di Telkomsel akhirnya saya bergabung dengan Telkomsel sejak tahun 1995 hingga 2006. Saya bertugas di bagian penjualan dan pemasaran. Terakhir saya menduduki jabatan Vice President Marketing & CRM di Telkomsel,” ujar Erik ketika ditemui Kabare di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu.

Dari Telkomsel, Erik melenggang ke Bakrie Telecom pada awal 2007 dan menjabat sebagai Deputy President Director. Tak hanya itu, Erik pun ikut aktif di berbagai perusahaan di bawah Bakrie Group sebagai President Director of Bakrie Connectivity, yakni sebuah perusahaan yang fokus menyampaikan produk Broadband Wireless Access dan jasa di Indonesia. Lima tahun memperkuat Bakrie, Erik pun pindah haluan ke Indosat. Tepatnya Mei 2012, Erik resmi menjabat sebagai Direktor & Chief Commercial Officer Indosat. Baru setahun bergabung dengan Indosat, Erik pun diminta oleh Menetri BUMN Dahlan Iskan untuk bertugas di PT. Garuda Indonesia, Tbk., sebagai Direktur Komersial dan Pejualan.

“Jujur saja, saya tidak pernah berpikiran untuk berkarier di Garuda, tapi ini sangat menarik. Tantangna untuk saya karena suasana baru dan 20 tahun lebih bekerja di industri telekomunikasi, kini saya bekerja di bidang transportasi. Meski baru namun pekerjaan saya tetap berhubungan dengan pelnggan, jadi banyak ilmu yang saya terapkan dari perusahaan yang lama untuk dibawa ke sini dan saya angat bersemangat bisa bekerja di perusahaan yang patut kita banggakan ini,” ujar Erik.

Kepada Kabare Erik mengaku bukan termasuk orang yang sangat memikirkan karier. Erik mengatakan tidak pernah memikirkan target tahun sekian harus jadi apa. Menurutnya, kita harus melihat segala sesuatunya dari sudut positif. Semua yang kita lalui pasti ada hikmahnya. Erik bahkan mengaku senang jika dihadapkan pada suatu masalah karena inilah kesempatannya mencari solusi yang terbaik. Dirinya percaya jika memberikan yang terbaik, maka jika ada sesuatu yang lebih baik, diambillah peluang tersebut. Menurutnya, dimanapun dirinya bekerja, Erik selalu memberikan yang terbaik.

“Setiap kali bekerja kita dituntut untuk memberikan hasil terbaik melalui usaha dan inovasi. Kita juga harus memperhatikan integritas dan sisi interaksi yang bagus dengan berbagai pihak. Yang jelas sebagai seorang eksekutif, kita harus mampu membawa anak buahnya maju. Salah satu kesuksesan menurut saya adalah jika seseorang berhasil membangun tim yang kuat dan tim tersebut bisa terus melanjutkan kesuksesan itu,” papar Erik serius.

Erik mengatakan bahwa people management menjadi kunci kariernya. Bahwa sukses itu harus terus disampaikan ke orang-orang sebagai hal yang bisa dicapai. Tentunya rasa percaya diri harus dibangun dan kita harus melihat peluang apa yang bisa dilakukan, tapi tentunya untuk mencapai kesuksesan harus ada planning dan strategi yang jelas. Kini setelah menjalani hari-harinya bersama Garuda, banyak hal yang membuatnya tertantang. Terbiasa mengurusi pesawat handphone, kini Erik harus mengurusi berbagai hal yang ada kaitannya dengan pesawat terbang.

“Dua puluh tahun di Indonesia, saya semakin yakin bahwa ini negara yang indah dan apapun yang saya cari semua ada. Masa depan bisnis transportasi penerbangan di Indonesia akan sangat menarik untuk ke depannya. Karena Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang bisa dikunjungi dengan menggunakan pesawat terbang. Selain itu, tiket pesawat yang semakin terjangkau membuktikan industri ini akan semakin tumbuh,” papar suami Maudy Koesnaedi ini.

Sebagai warga negara berkebangsaan Belanda, Erik mengaku banyak belajar budaya selama tinggal di Indonesia. Sang istri, Maudy Koesnaedi yang sudah memberikan seorang putra bernama Eddy Maliq Meijer, termasuk penggiat kegiatan budaya di Jakarta. Erik mengatakan bahwa ketika dirinya memutuskan tinggal jauh dari kedua orangtuanya hingga pindah agama dan membentuk keluarga kecilnya di sini, kedua orangtuanya tidak keberatan bahkan mereka sangat senang dan terbuka. Paling tidak menurutnya kedua orangtuanya merasa sangat bangga atas hasil yang dia capai selama ini.

Berbicara mengenai Indonesia, Erik mengaku bangga bisa tinggal di negeri ini. Satu hal yang membuatnya sedih adalah jika dirinya melihat pertentangan antar masyarakat Indonesia. Menurutnya, orang Indonesia sangat terkenal akan keramahannya. Dengan adanya tawuran hingga perselisihan antar warganya, jelas kana mempengartuhi citra Indonesia sendiri. Tak hanya itu, permusuhan dan pertentangan akan mempengaruhi kualitas hidup. Padahal, hanya dengan modal keramahan, Erik meyakini bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang luar biasa maju.

“Pesan saya, jangan pernah menyerah, merasa minder dengan bangsa lain apalagi membandingkan diri dengan Amerika atau Eropa. Karena Indonesia sejatinya memiliki potensi yang sangat luar biasa besar. Dengan banyaknya jumlah penduduk, manfaatkan kehebatan masyarakat Indonesia. Karena di sini adalah negara yang penuh potensi baik sumber daya alam maupun manusianya,” tutup Erik.
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.