Sistho mengatakan jika awalnya cukup sukar baginya untuk menekuni pekerjaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan latar belakang pendidikannya. Namun berkat dukungan keluarga dan timnya, Sistho pun berhasil menduduki posisi tertinggi di Sales & Marketing termuda di usia 28 tahun. Kemudian Sistho pun mengembangkan kariernya dengan bekerja di grup hotel lainnya seperti Aston Hotel Samarinda dan mendapatkan penghargaan bergengsi The Best Sales Leader 2012.
“Di akhir September 2012, head office memberikan kepercayaan kepada saya untuk memegang operasional Fave Hotel Solo Baru hingga saat ini. Jujur saya merasa sangat bahagia, bangga dan tertantang karena Fave Solo Baru adalah salah satu Fave Hotel di Indonesia yang memiliki tantangan terbesar dalam pengelolaannnya selama ini. Berada di lokasi yang masih berkembang dan belum memiliki feeder market yang tetap menjadikan ini sebagai tantangan yang lebih besar untuk saya,” ungkap Sistho.
Di bawah kendali Sistho, banyak perubahan yang dilakukan oleh Fave Hotel Solo Baru. Sistho yakin jika kota Solo telah menjadi main destinatioan area bagi para tamu dalam hal business and leisure. Sistho menyatakan bahwa inilah saatnya menjadikan Solo Baru sebagai tujuan yang sama ke depannya.
Teks: Anis RN.

