468x60bannerad

Saturday, August 31, 2013

Felix Loho: Jogja Kota yang Unik

Sebagai salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mempunyai tagline “Melayani Dengan Sepenuh Hati” ini mempunyai visi untuk mengutamakan kepuasan nasabah. “Acara ini untuk mengukur kualitas layanan ke nasabah. Untuk menghargai nasabah dan memberikan informasi yg update,” ungkap Felix Loho, Head of Product Development Priority Banking Department BRI, dalam acara BRI Prioritas ‘Living in Harmony’ di Ruang Gadri, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 14 Juni 2013 lalu.

Sebagai kepala bagian pengembangan bisnis, ia bertugas untuk mengembangkan produk-produk BRI, layanan, dan privilege. Hal tersebut juga mengharuskannya untuk keluar kota dalam mengembangkan bisnis-bisnis BRI. Salah satu kota yang disinggahinya adalah Jogja.

Felix mengaku tidak begitu sering ke Jogja, namun dia menilai bahwa Jogja kota yang unik. “Jogja pasti kotanya unik karena saya suka sekali dengan hal-hal yang ada unsur sejarahnya. Kaya tadi saya datang ke hotel saya masuk ke dalam Museum (Royal Ambarrukmo),” jelasnya kepada Kabare. Selain itu, menurut Felix keunikan Jogja sangat terlihat dengan unsure-unsur budaya dan sakralnya yang begitu ketara. “Mungkin kota lain belum punya unsur yg seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Teks: Veronika Sekar; Foto: Albert.

Monday, August 26, 2013

Prof. Peter Carey: Melengkapi Kepincangan

Indonesia, baginya adalah rumah kedua. Di sinilah pria berkewarganegaraan Inggris ini menemukan satu sisi hidup yang dianggapnya sangat penting bagi kehidupannya. Tradisi dan budaya timur yang banyak dipahaminya di Indonesia, mengajari pria kelahiran Burma (Myanmar) ini mengerti akan kehidupan spiritual.

Pria bernama lengkap Peter Brian Ramsey Carey ini dikenal sebagai seorang sejarawan. Ia memang telah lama mengenal Indonesia. Di tahun 1970, Peter Carey dating ke Indonesia untuk menyelesaikan thesisnya. “Saat itu saya dating pertama kali ke Palembang untuk belajar bahasa Indonesia. Waktu saya dari S1 mau ke S2 dan S3, saya memang disarankan untuk ambil kebijakan di areal Asia Tenggara khusus pulau Jawa, untuk membuat judul skripsi mengenai zaman Raffles dan Daendels,” katanya, menceritakan awal mula ia mengenal Indonesia.

Akunya, di saat menyelesaikan tugasnya itu, Peter lantas mengenal sosok Diponegoro, seorang pangeran yang masuk daftar pahlawan bagi bangsa Indonesia. Kemuudian, Peter juga serius membuat penelitian tentang sosok Pangeran Diponegoro hingga akhirnya berujung menjadi sebuah buku.

Bukan hanya sehubungan dengan penelitian thesisnya saja Peter Carey menjejakkan kaki di Indonesia. Sejak ia mengambil pensiun muda dari Oxford sebagai dosen di Trinity College pada Oktober 2008, Peter lantas dating lagi ke Indonesia dalam rangka menjadi country director dan project director Cambodia Trust, sebuah yayasan yang bergerak memperjuangkan hak-hak orang cacat. Di samping itu, ia juga menjadi asisten profesor di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Memang bukanlah sejarah yang singkat Peter Carey mengenal Indonesia. Selama bersinggungan dengan budaya ketimuran, Peter Carey mengaku mendapatkan “roti hidup” dari Indonesia, khususnya saat mendalami budaya Jawa, terlebih di kala ia mendalami penelitiannya tentang sosok Diponegoro.

“Boleh dikatakan waktu saya pergi sebagai anak muda dari Oxford ke Amerika, saya dibuka dengan wawasan politik, di mana saya mulai mengerti dunia luar. Dan waktu saya datang ke Indonesia, saya seperti ada pikiran yang agak aneh. Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Dan ini pembukaan saya secara batin,” akunya.

Di Indonesia, Peter Carey mengaku mulai mengenal dan bersinggungan dengan kehidupan spiritual atau batiniah. Selama ini dia hanya mengenal kehidupan lahiriah yang didapatnya dari kehidupan di Barat, di mana semua diukur dari logika. “Pemahaman hidup di Barat, everything is very logical. Jadi saya betul-betul berkembang diIndonesia. Bukan gagasan politik atau ilmiah, tapi gagasan dengan penyentuhan dunia spiritual. Dunia yang melengkapi sesuatu yang instan di Barat,” tambahnya.

Wawasan batiniah warisan leluhur bangsa Indonesia, khususnya Jawa, menurutnya merupakan satu keunggulan budaya timur, kecerdasan manusia Jawa. Dan wawasan dan gagasan batiniah inilah yang menurutnya sangat penting bagi hidup, sebab manusia tidak hanya hidup dari roti duniawi, tapi juga dari roti spiritual.

"Jadi kita bukan hanya orang yang berorientasi pada materi atau hanya hidup dari suatu karier, tapi sejatinya ada inner life yang sebenarnya harus diberi makanan juga agar berkembang. Wawasan dan gagasan batiniah, seperti filsafat hidup orang Jawa, itu melengkapi gagasan saya untuk dapat lebih mengerti hidup dan apa tegesipun hidup. Dari ini, kita punya kesempatan dalam satu hidup untuk pencerahan. Melengkapi pemahaman logika atau hidup yang logis dengan wawasan spiritual. Semua agar hidup menjadi lengkap dan tidak pincang,” pungkasnya.

Teks: FA Herru; Foto: Albert

Rudy Hadisuwarno: Perjalanan Sang Maestro



Sang maestro, telah tersemat pada sosok Rudy Hadisuwarno. Ia memang telah menjadi ikon tersendiri di dunia salon dan tata rambut di negeri ini. Puluhan tahun menjalani dunianya ini hingga akhirnya berhasil mengembangkan usaha dan kemampuan diri, sukses memang layak menjadi hak miliknya. Di kala telah mendapatkan itu, lantas hal apakah yang dapat diserap Rudy dari perjalanannya selama ini?

Sosok Rudy Hadisuwarno dikenal tidak hanya sebagai penata rambut professional. Tapi ia juga dikenal sebagai pengajar dan pengembang jaringan lembaga pendidikan tata rambut, serta pembuat produk kosmetika rambut. Salon yang mengambil nama dirinya telah tersebar di setiap sudut kota di seluruh Indonesia. Ia pun rasanya pantas dinamai maha guru tata rambut dan juga pengusaha hebat di bidangnya.

Semua sandangan nama yang layak baginya itu, tentu tak didapatnya dengan mudah dan cepat. Pastinya ada awal, kreativitas dan kemampuan mengembangkan, serta kesabaran, atau hal-hal lain yang musti dilalui untuk dapat memetik buah keberhasilan. Baginya, semua itu adalah proses yang butuh waktu. Sejak mula, ia pun tak memusingkan kendala, rintangan dan hal-hal lain yang bakal dilaluinya selama menjalankannya. Dan apa yang telah dicapainya saat ini adalah buah dari kesabaran dan kerjanya.

Rudy Hadisuwarno lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 64 tahun yang lalu. Ia mengawali karier di dunia salon dan tata rambut sejak tahun 1968 di Jakarta, terdorong oleh keadaan ekonomi keluarga serta pekerjaan sang ibunda yang memang pernah membuka usaha salon di rumahnya.

“Waktu itu saya selesai SMA, dan ekonomi sedang sulit sekali. Saya ingin melanjutkan pendidikan tapi tidak punya biaya untuk kuliah. Jadi akhirnya, saya harus mencari jalan supaya mendapatkan uang dan bisa kuliah. Saya lalu buka salon di rumah. Karena paling tidak, dari kecil saya sudah tau dunia salon dari ibu. Pikiran saya waktu itu, usaha ini bisa disambi sekolah, tidak harus full time,” cerita putra tertua empat bersaudara dari pasangan Iskandar dan Tresna Lestari ini.

Selagi menunggu saat-saat masuk kuliah, Rudy menyempatkan kursus pada seorang penata rambut di daerah Blok M selama satu tahun. Selang tiga tahun berjalan, salon perdana Rudy yang tanpa nama di bilangan Roxy, Jakarta Barat, tepat di gang buntu, bertambah maju. Rudy pun dilematis antara terus kuliah atau bekerja, hingga akhirnya pilihan kedua dipilihnya.

Ia berhenti kuliah dan menerusakan menjalankan usaha salonnya. Hasil yang didapatnya waktu itu lumayan. Ia bisa membantu biaya sekolah adik-adiknya serta bisa membuatnya pergi ke Inggris untuk belajar lebih lanjut mengenai tata rambut. Selama enam bulan di Inngris, Rudy belajar di dua institusi pendidikan terbaik di sana.

Sepulang dari Inggris dan melanjutkan usahanya, di saat itu pulalah usaha yang dirintisnya melaju pesat. Dalam perjalanannya, ia membuka kursus pelatihan, membuka cabang pertamanya di Duta Merlin, shopping center paling mewah waktu itu dengan nama salon persis seperti namanya. Nama Rudy Hadisuwarno lantas semakin dikenal dengan kreasi-kreasi tata rambut yang modern. Apalagi di saat ia dapat menangani tata rambut para model, bintang film, dan orang-orang kaya ketika itu. Bahkan, Rudy dapat lanjut mempertajam keahliannya di Tokyo, Paris, dan San Fransisco.

Di tahun 1977, Rudy Hadisuwarno berhasil mendapat pengakuan internasional pertama atas kreasi-kreasi tata rambutnya. Ia diangkat menjadi anggota Intercoiffure, perhimpunan ahli-ahli tata rambut professional sedunia yang berpusat di Paris. Pengakuan internasional yang didapat di tahun-tahun selanjutnya, ia juga menjadi salah satu anggota Comité Artistique de la Coiffure Française (CACF), suatu wadah organisasi di Paris bagi para penata rambut dengan reputasi tinggi.

Kemudian, memperoleh Medaille de Chevalier de la Chevalerie Intercoiffure Mondial, suatu penghargaan terhormat untuk kontribusinya mengembangkan profesi tata rambut di dunia dari ICD Mondial. Penghargaan World Master of the Craft Award dari The Art & Fashion Group International, sebuah wadah organisasi dunia dalam bidang tata rambut yang berpusat di New York, juga didapatnya dan berbagai penghargaan lainnya.

Tak hanya dari luar negeri. Di Indonesia pun Rudy Hadisuwarno mendapat penghargaan dari Departemen Pendidikan dan Kebudyaan, dan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Soeharto atas kiprahnya mengembangkan pendidikan luar sekolah.

“Belakangan, saya ikut juga mendirikan satu yayasan yang pusatnya di Paris untuk memberikan pendidikan, sponsor buat anak-anak mudaya untuk belajar tata rambut. Jadi menyekolahkan anak muda ke Paris, bukan hanya untuk belajar rambut, tapi juga budaya mengenai rambut secara internasional. Saat ini saya menjabat sebagai wakil ketua untuk organisasi ini se-Asia,” ujarnya. Kini pula, Rudy Hadisuwarno telah berhasil menjalankan dan mengembangkan bisnis salonnya melalui Rudy Hadisuwarno Organization (RHO) yang mengelola 140 outlet yang terdiri dari salon, sekolah kecantikan, spa dan kosmetika, di seluruh Indonesia.

Begitulah sang waktu membawa Rudy. Kerja keras, kegigihan dan keinginannya untuk terus berkembang, akhirnya berbuah demikian. Tak terhitung rasanya kontribusi yang diberikannya pada perkembangan dunia tata rambut di tanah air. Namun demikian, ia tak pernah berhenti berkarya. Terus mengembangkan usahanya dan terutama mau berbagi pada orang lain

Di usianya yang tak lagi muda, Rudy memang tidak lagi terjun secara langsung mengurus usahanya. Ia tentu saja melakukan regenerasi kepada para keponakannya. Dan di saat-saat sekarang inilah, Rudy Hadisuwarno justru lebih mengedepankan kegiatan untuk berbagi ilmu. Berkali-kali ia keliling Indonesia untuk mengajarkan sesuatu perihal rambut kepada masyarakat, seperti melalui seminar-seminar.

“Kalau kita bicara mengenai kehidupan, untuk hidup yang dikatakan berhasil dan membawakan kebahagiaan, kedamaian, itu tidak cukup sukses di karier saja. Terkenal saja tidak cukup. Tapi yang penting, dengan reputasi nama yang kita miliki, sudah seharusnya kita berbagi kepada orang lain. Bagaimana pengetahuan yang saya miliki dibagikan kepada masyarakat,” kata Rudy.

Seperti yang dikatakan Rudy, semakin banyak kita memberi kepada orang lain, semakin banyak juga kita mendpatkan rezeki. Hidup manusia memang seperti bejana yang isinya harus selalu dialirkan dan salurkan, supaya bejana itu tetap diisi dan selalu terjaga kepenuhannya.

“Kita ini sebenarnya mirip saluran. Bagikan apa yang kita punya, dan dengan sendirinya kita pun akan menerima. Bisa jadi misalnya mendapat visi-visi baru ataupun ide-ide baru. Karena manusia hidup tidak hanya kebutuhan fisik yang musti dipenuhi, emosionalnya pun harus ada kepuasan. Jadi, inilah kenapa di usia saya saat ini, saya mau capek-capek keliling Indonesia,” tuturnya, menutup.

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

Wednesday, August 21, 2013

Emeraldo B. Parengkuan: Manajemen Lokal Mampu Bersaing dengan Asing

Pertumbuhan properti di Indonesia khususnya di bidang perhotelan akhir-akhir ini cukup signifikan. Seiring maraknya pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan pengelolan managemen yang profesional pun semakin meningkat pula. Trend yang berkembang akhir-akhir ini, investor menyerahkan sepenuhnya property yang ia miliki untuk dikelola operator lain. Untuk mengelola sebuah properti kuncinya bukan hanya profesionalisme saja, namun harus dibekali dengan konsistensi agar properti yang dikelola semakin berkembang. Hal itu diungkapkan Emeraldo B.Parengkuan, Vice Director of Operations Metropolitan Golden Management yakni perusahaan operator hotel dan building management yang dipercaya mengelola brand Horison,@Hom dan Aziza.

Pria kelahiran Jakarta keturunan Manado ini cukup bangga dengan perusahaan tempatnya bernaung. Meski MGM merupakan management local namun mampu bersaing dengan internasional chance. Kemampuan tersebut didasari dengan penerapan standar MGM bagi staff yang akan bergabung. Melalui program service excellent, sebagai cikal bakal untuk memanage secara high service beyond expectation. Yakni service yang diberikan semua unit mampu melebihi standar service yang yang sudah dilakukan. “Bedanya management local dan internasional sebenarnya hanya dalam hal pengelolaannya saja, namun untuk service kita bisa bersaing,” ungkap Aldo.

Lulusan program Managing Director San Diego Amerika ini mengatakan,selama dipercaya sebagai operator building dirinya tidak banyak menemukan kesulitan. Kuncinya, mampu mengenali pangsa pasar termasuk juga dengan competitor, tahu selling point dari unit property, apa yang membedakan unit property ini dengan yang lain. Dan yang terpenting, selalu melakukan innovasi agar pasar tidak jenuh. ”Create something different-lah”,kata Aldo.

Teks: Anis

Friday, August 16, 2013

I Ketut Mardjana: Berhasil Bangunkan Raksasa Tidur

Sepak terjang I Ketut Mardjana dalam mengembangkan PT. Pos Indonesia dapat dibilang cukup membanggakan. Meski harus berakrobat agar perseroannya dapat mencetak laba, namun kini dirinya dan seluruh anak buah yang ada di dalam PT. Pos Indonesia dapat menuai buah yang manis atas kerja keras mereka selama dua tahun lebih ini. Memang, sejak ada oknum petinggi PT. Pos yang terjerat kasus korupsi, sebagian pimpinan tak berani mengambil terobosan bisnis karena takut melakukan kesalahan. Pada akhirnya, hal ini membuat rasa percaya diri para pegawai kian menurun.

Ketika Ketut diberi amanah memegang kendali PT. Pos Indonesia pada Agustus 2009, dirinya punmenyiapkan sejumlah langkah revitalisasi termasuk memperbaiki infrastruktur perseroan. Ketut melakukan perbaikan infrastruktur secara fisik dan virtual. Perbaikan fisik dilakukan untuk mendongkrak citra perusahaan duantaranya dengan merenovasi gedung-gedung kantor pos yang kurang terawat. Tentunya, hal ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan brand perusahaan sekaligus mengirim sinyal bahwa PT. Pos telah berubah warna menjadi kian modern dan dinamis. Upaya Ketut tak hanya sebatas tampilan fisik saja, namun juga infrastruktur teknologi informasi juga diperbaiki. Kini, semua kantor pos yang berjumlah lebih dari 3000 di Indonesia, kini terhubung dengan jaringan online.

“Sebenarnya saya mengembangkan PT. Pos dengan satu pola yakni bagaimana melibatkan para bawahan untuk terlibat memberikan kontribusi terhadap pengambilan suatu keputusan. Jadi semua kita berdayakan. Ini akan berlawanan dengan otoritatif manajemen style. Karena saya menganut patisipatif management, maka langkah-langkah saya memang banyak ke lapangan untuk melakukan berbagai sosialisasi internal dan eksternal,” ujar Ketut.

Ketut mengatakan bahwa awalnya banyak orang mengatakan bahwa PT. Pos adalah sunset industry seiring bermunculannya email. Namun dengan berjuang, memiliki visi, disiplin dan kerja keras, Ketut justru menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk kembali bangkit menjadi sunrise industry. Pada akhirnya, pria kelahiran 18 Maret 1951 ini berhasilkan membangunkan raksasa tidur itu. Pada tahun 2008 tercatat kerugian perseroan mencapai Rp. 70. 749 miliar, namun di tangan Ketut perseroan langsung emncetak laba sebesar Rp. 98. 266 miliar dan tahun 2012 perseroan mencatat laba Rp. 212 miliar.

“Dalam mengembangkan PT. Pos, saya mengkomunikasikan tiga hal, yakni entrepreneurship spirit, business owner mentality dan behavior, serta transcommisioner leadership. Selain itu juga sikap sebagai entrepreneur kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko juga saya pertahankan. Saya ingin membuat suatu sikap kepemimpinan yang selalu mendengungkan perubahan. Dan di situ harus ada keberanian dan semua elemen harus ikut terlibat,” papar pria yang terpilih menjadi CEO BUMN Pilihan Tempo 2012 ini kepada Kabare.

Untuk kedepannya, Ketut mengatakan bahwa BUMN yang dipimpinnya ini kini sedang bergerak dari postal company menuju network company. Jaringan bisnis yang diperluas akan membuat pergeseran menuju ke arah yang positif. PT. Pos juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang ingin menjalin kemitraan bisnis dengan PT. Pos.

Teks: Della Yuanita ; Foto: Albert.

Wednesday, August 14, 2013

Trie Utami diantara Kain-Kain yang Bercerita

Lama tak terdengar kabarnya, bukan berarti kesibukan penyanyi mungil bersuara emas Trie Utami menjadi berkurang. Justru kesibukannya di berbagai bidang masih sangat menyita waktunya sebagai seorang penyanyi, dosen serta salah satu anggota dari masyarakat adat. Sosok yang dikenal sebagai penyanyi dan akrab disapa Iie ini bahkan dalam waktu dekat ini sedang menyiapkan sebuah project besar bersama Krakatau. Krakatau merupakan sebuah band beraliran jazz yang digawangi oleh Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, Gilang Ramadhan, Prabudi Dharma, Donny Suhendar dan Iie sendiri.

Iie mengatakan bahwa project ini berawal dari reuni, namun rupanya ini bukan sekadar reuni biasa. Tapi akhirnya Krakatau Band memutuskan untuk membuat album lagi karena rupanya respon dari penggemar sangat luar biasa. Sehingga akhirnya membuat album lagi bahkan tour keliling Indonesia untuk menyapa para penggemar setia mereka. Iie mengatakan bahwa Krakatau memang bukan sekadar ada, tapi harus hadir kembali di blantika musik tanah air.

Sunday, August 11, 2013

Keizo Okue: Senang Produknya Disukai di Indonesia

Membawahi perusahaan yang bergerak di bidang otomotif membutuhkan kejelian. Kejelian itu bertujuan agar market yang akan dibidik sesuai dengan target. Meskipun produk yang ditawarkan sedikit berbeda dengan produk-produk sejenis, namun dengan kejelian maka akan tercipta market yang potensial.

Sejak dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur Mazda Motor Indonesia kurang lebih dua tahun ini Keizo Okue menyadari bahwa produk dibawah kepemimpinannya memiliki keunikan dibanding produk otomotif sejenis. Keunikan itulah yang membuat Okue yakin bahwa produknya memiliki market yang unik pula yakni mereka yang senang berkendara dan senang mengendarai kendaraan mereka. Terlebih jika mereka memiliki emosi kuat dengan apa yang mereka kendarai.

Ditemui disela-sela pembukan showroom Mazda Jogja, Okue mengungkapkan , visi yang ditanamkan MMI adalah memposisikan produk Mazda sebagai produk yang unik dan berada di kelas premium. “Premium bukan berarti mahal. Namun lebih berarti bahwa image dan harga sesuai dengan apa yang konsumen dapatkan,” tutut Okue.

Menurut pandangan Okue, Indonesia memiliki market yang cukup bagus untuk perkembangan bisnis otomotif. Sebagai contoh di Jakarta, banyak customer yang menyukai produknya karena premium positioning, model unik dan nyaman saat dikendarai. Okue yakin dibawah kepemimpinannya, produknya akan terus berkembang dan penjualan akan terus meningkat. “Dibanding brand Jepang lain, Mazda memang unik”, pungkas Okue.

Teks: Anis

Saturday, August 3, 2013

Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti: Mengabdi Untuk Republik

Sosok Ganjar Pranowo kini menjadi perbincangan hangat. Sosok muda yang terjun di dunia politik ini beberapa waktu lalu terpilih dalam pemilihan calon gubernur Jawa Tengah. Semasa kecil, pria yang lahir di Karang Anyar, 28 Oktober 1968 ini dikenal sebagai pribadi yang cerdas, aktif berorganisasi dan memiliki rasa percaya diri. Maka tak heran jika kualitas Ganjar sebagai sosok yang cerdas mampu membawanya terpilih menjadi gubernur Jawa Tengah dengan masa periode 2013-2018. Kepada Kabare, Ganjar mengatakan bahwa tak pernah ada motivasi apapun untuk mencalonkan diri menjadi gubernur, namun dirinya hanya mengikuti penugasan dari partai.

Karier politik Ganjar memang semakin moncer manakala dirinya resmi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama Megwati Soekarno putri. Kegigihan dan keberaniannya untuk bersuara menjadikan reputasinya meningkat di kancah politik tanah air. Ganjar yang dulu bersekolah di SD dan SMP Kutoarjo Jawa Tengah serta menghabiskan masa SMA di BOPKRI 1 Yogyakarta ini dinilai sebagai politikus yang berprinsip. Penggemar musik rock semacam Dream Theather, Metallica dan Led Zeppelin ini pun dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi II untuk urusan dalam negeri hingga 2014 nanti, serta menjadi panitia angket pengusutan kasus Bank Century.

Thursday, August 1, 2013

Caterina Hapsari: Batik Juga Bisa Modis

Batik tidak hanya sebuah kain yang hanya dapat digunakan untuk moment resmi dan dan selalu beraksen klasik atau kuno,tetapi menurut desainer muda yang lahir dan besar di Yogya ini, Batik adalah sebuah mahakarya bangsa yang memiliki nilai dan keunikan yang cukup tinggi.

Dari sebuah Batik kita bisa menciptakan berbagai macam inovasi-inovasi desain yang dapat bersaing dengan desain-desain para perancang dunia. Batik menurut Caterina Hapsari juga dapat dipakai dengan penampilan yang modist dan sexy,tetapi tidak meninggalkan keciriannya sebagai karya tradisional bangsa Indonesia.

Dengan desain yang lebih modist dan unik Batik dapat lebih diminati oleh para kaum muda dan remaja di Indonesia,dam itu merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan dan menyebarkan keunikan Budaya Batik Indonesia kepada banyak orang dan mungkin seluruh dunia serta seluruh lapisan masyarakat., tuturnya.

Dari kecil ia dibesarkan oleh keluarga yang mencintai dan mengagumi Batik,dan ini yang menjadikan batik sebagai sumber inspirasi utama dan dasar filosofi rancangannya.

Teks & Foto: Herlan
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.