468x60bannerad

Thursday, June 12, 2014

Nyi.Ambar Lukitaningsih, SE, MM., Kembalikan Kepopuleran Batik Alam



Masyarakat Jawa memang mengagungkan batik sebagai kain tradisional yang memiliki banyak makna. Tak mengherankan karena batik memiliki ragam corak yang dibuat oleh tangan-tangan terampil para pengrajinnya yang rata-rata sudah berusia lanjut. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit dan menjadi popular akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Tentu saja batik yang dikenal adalah batik tulis, yang proses pewarnaan kainnya menggunakan malam. Fenomena kepopuleran barik semakin meroket ketika UNESCO menobatkan batik sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009 lalu.

Nyi.Ambar Lukitaningsih, SE, MM., merupakan salah satu tokoh wanita yang menghormati keagungan karya seni batik. Kecintaannya akan batik bermula ketika wanita yang akrab disapa Ita Haryo ini melihat sang bunda mengenakan kain batik sebagai busana sehari-harinya. Dari sang bunda pula, Ita mengetahui berbagai macam corak batik beserta maknanya.

Gilang Ramadhan, Ritme Nusantara untuk Dunia

Musik, ternyata juga ibarat jendela dunia. Sama seperti buku, musik bisa memberi pengetahuan, semisal seluas apa budaya suatu bangsa. Siapapun dapat mengawali mengenal negeri lain dari musik. Itulah yang setidaknya dapat diamati dari apa yang telah dilakukan musisi Gilang Ramadhan. Ia semacam telah membuka jendela Indonesia kepada dunia. Ketika musik menjadi daya tarik, ketika itu jugalah budaya Nusantara bertambah menarik untuk semakin dikenali negeri lain.

Gilang Ramadhan, kita mengenalnya sebagai seniman drum kawakan Tanah Air. Mengenai kesenimanannya, pastinya tak ada lagi orang meragukan bobot bebet musisi yang satu ini. Tak hanya satu-dua grup musik pernah dikawalnya. Ia bahkan kerap kolaborasi dengan musisi-musisi ternama hingga tampil pada bermacam perhelatan musik internasional. Seabrek pengalaman itu tentu menjadi tangga bagi Gilang hingga lantas kesohor sebagai musisi papan atas Indonesia.

Tuesday, June 10, 2014

Maya Dewi, Cara Petik Buah Melimpah

Wisata MICE telah berkembang pesat di Yogyakarta. Bagaimana tidak, kota wisata itu memang mempunyai daya pikat luar biasa, sehingga kegiatan MICE banyak digelar di sana. Dengan perkembangan pariwisata yang cukup pesat itu, hotel-hotel berstandar nasional dan internasional kian bermunculan dan berlomba-lomba memberi fasilitas yang memadai.

Hal itu diakui oleh Maya Dewi. Director of Sale MICE Eastparc Hotel Yogyakarta ini mengatakan bahwa kian banyak hotel yang berfokus melayani MICE. Tak kecuali Hotel Eastparc Yogyakarta, memiliki dua ball room dan duapuluh meeting room yang tak lain untuk memberi wadah kegiatan wisata semacam itu.

Saturday, June 7, 2014

Retnowati, Bersedia Jadi yang Kedua

Meniti karier di dunia perhotelan, membuat perempuan bernama lengkap Aris Retnowati ini harus rela hidup jauh dari keluarga. Pehobi menyanyi tersebut mengatakan, untuk menjaga hubungan dengan suami dan kedua anaknya yang tinggal di Kota Semarang, ia secara intens menjaga komunikasi.

“Dulu, banyak orang beranggapan, kerja jauh dari rumah dan berpisah dengan keluarga hal yang sulit. Namun, jarak tersebut bisa dipangkas dengan terjaganya komunikasi. Sekarang alat telekomunikasi juga sudah canggih. Itu menjadikan jarak bukan masalah,” katanya.

Tuesday, June 3, 2014

H. Asnawi Bahar, Utamakan Keunggulan

Bagi sebagian orang, Jogja dipandang memiliki banyak keistimewaan. Destinasi wisata tinggal pilih saja, mau ke pantai, candi, belanja, kuliner bahkan industry kreatif di Jogja semua ada. Selain biaya cukup terjangkau, pelayanan masyarakat Jogja kepada para tamu juga sangat baik. “Kalau boleh pindah ke Jogja, saya ingin pindah ke Jogja,” Ucapan bernada sedikit bercanda itu dilontarkan H.Asnawi Bahar Ketua Umum DPD Asita di sela-sela acara pelantikan pengurus DPD Asita DIY beberapa waktu lalu.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia pariwisata, Asnawi mengungkapkan bahwa point daripada industry pariwisata adalah kebersamaan antara stakeholders dan pelaku wisata. Sebagai contoh, dengan semua yang dimiliki Jogja, yang perlu diperbaiki adalah stakeholdersnya. Jika industry maju,pariwisata maju maka semua akan senang.
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.