468x60bannerad

Tuesday, June 3, 2014

H. Asnawi Bahar, Utamakan Keunggulan

Bagi sebagian orang, Jogja dipandang memiliki banyak keistimewaan. Destinasi wisata tinggal pilih saja, mau ke pantai, candi, belanja, kuliner bahkan industry kreatif di Jogja semua ada. Selain biaya cukup terjangkau, pelayanan masyarakat Jogja kepada para tamu juga sangat baik. “Kalau boleh pindah ke Jogja, saya ingin pindah ke Jogja,” Ucapan bernada sedikit bercanda itu dilontarkan H.Asnawi Bahar Ketua Umum DPD Asita di sela-sela acara pelantikan pengurus DPD Asita DIY beberapa waktu lalu.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia pariwisata, Asnawi mengungkapkan bahwa point daripada industry pariwisata adalah kebersamaan antara stakeholders dan pelaku wisata. Sebagai contoh, dengan semua yang dimiliki Jogja, yang perlu diperbaiki adalah stakeholdersnya. Jika industry maju,pariwisata maju maka semua akan senang.

Menurut Asnawi, tantangan yang dihadapi ke depan sangat berat. Terlebih dengan dibukanya kantor asing di Indonesia. Oleh karena itu keunggulan-keunggulan yang kita miliki harus diutamakan. Perlu sebuah peraturan yang jelas bagis etia orang yang akan mendirikan usaha di bidang pariwisata. “Di padang, saya bikin perda, salah satunya bahwa setiap orang yang akan mendirikan hotel, resto atau travel agent harus menjadi anggota PHRI. Dengan demikian akan terkontrol dengan baik sehingga mudah untuk komunikasi,” ungkap pria kelahiran Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara, 3 April 1961.

Industri pariwisata adalah masa depan bagi Indonesia. Karena industri ini tidak akan pernah habis dan akan terus berkembang. “Jika bukan kita, nanti akan dikembangkan orang lain,” pungkasnya.

Teks & Foto: Anis RN
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.