Sejak tahun 2009, Hj. Sri Wahyuni telah menjabat Direktur Utama di PT Perkebunan Tambi. Ia diminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wonosobo untuk “berkebun”, memimpin dan mengurus usaha perkebunan the yang memang separuh sahamnya dimiliki oleh Pemda Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan separuh lagi milik PT. Indo Global Galang Pamitra.
Sebelum itu, Hj. Sri Wahyuni telah lebih dari 30 tahun mengabdikan diri di Pemda Wonosobo. Setelah purna tugas tahun 2005, ia sempat diminta untuk menjadi Direktur Utama PDAM Wonosobo selama 4 tahun. Dan semasa usianya menapak 60 tahun, ia pun purna tugas dari sana. Mungkin karena kemampuannya memimpin, tak lama setelah itu, ia lantas ditunjuk untuk mengelola perkebunan the Tambi. Memang, di masa kepemimpinannya, perkebunan Tambi dapat bertambah maju. Sejak awal ia menjabat hingga sekarang, PT Perkebunan Tambi selalu dapat meningkatkan jumlah produksi the keringnya.
“Saya bersyukur, meski tidak muda lagi, saya masih dipercaya mengelola perkebunan,” ujarnya. Menurutnya, bekerja mengelola perkebunan the Tambi sekaligus dapat refreshing. Meski sibuk, ia tak jarang luangkan waktu menengok langsung lokasi perkebunan. Dan mungkin dari situlah, ia menyaksikan secara langsung bagaimana para petani bekerja.
“Luar biasa orang-orang pabrik dan kebun di sini. Para pemitik misalnya, yang kebanyakan adalah ibu-ibu, sejak jam lima pagi sudah datang ke kebun untuk memetik di tengah hawa gunung yang pastinya sangat dingin. Semangatnya bekerja dan loyalitasnya luar biasa. Unggah-ungguhnya juga sangat baik. Bagi saya, tidak ada pekerja yang seloyal dan sesopan pekerja perkebunan itu, terutama ibu-ibu itu. Jadi peran gender di sini sangat luar biasa, dan saya mengapresiasi itu,” katanya.
Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

