“Ya, ini memang masih awal, jadi sementara tiga kali dalam satu minggu. Kami tentu masih butuh waktu untuk merencanakan hal-hal yang lain. Mengingat okupansinya lumayan, sekitar 80 persen yang keluar-masuk Yogyakarta ini, memang ada kemungkinan nantinya akan dapat melayani penerbangan setiap hari,” terang Fabian Jeremiah, Manajer SilkAir Yogyakarta ini ketika berbincang dengan Kabare di Royal Ambarrukmo Hotel pertengahan Desember lalu.
Sebelum ditugaskan di Yogyakarta, Fabian tinggal di Solo selama 4 tahun 6 bulan. Pastinya, paling tidak sejak saat itu, ia secara langsung telah merasakan, melihat, dan mengenal budaya Jawa. Dan ketika sampai di Yogyakarta, Fabian sepertinya lebih mencermatinya.
“Saya sudah keliling di mana tempat, dan setiap daerah di Indonesia yang saya singgahi punya keistimewannya masing-masing. Tentu, istimewanya Yogyakarta juga berbeda dengan yang lain. Dan keistimewaan setiap daerah itu tidak dapat dibandingkan antara satu dengan yang lainnya. Di Jogja, yang saya buktikan dan rasakan adalah kekeluargaan, serta budi bahasa orang-orangnya lembut. Yang seperti itu bagi saya adalah sesuatu yang membuat saya senang, membahagian saya,” akunya ketika ditanya opininya tentang Yogyakarta.
Itulah yang dapat diungkapkannya meski baru sebentar tinggal di Yogyakarta. Karakter semacam itulah, menurut Fabian, yang luar biasa dari Yogyakarta.
Teks: FA Herru; Foto: Albert

