Kariernya dimulai tahun 1997, sebagai reception staff di Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel, sampai ia dipercaya menjadi Public Relations Manager holding company yang membawahi Ibis Yogyakata Malioboro Hotel, Malioboro Mall, Solo Square, Mercure Kuta Bali Hotel. Jabatan terakhir sebelum di tahun 2011 memutuskan untuk meninggalkannya dan mulai mengelola bisnis keluarga.
Ia mengaku pernah merasakan berat menjalani. Ia juga bilang jika banyak mendapat pengalaman yang membuka wawasannya lebih luas. “Tapi semua itu asyik, penuh tantangan, dan menarik. Berkenalan dan bersinergi dengan banyak orang itu suatu yang sangat luar biasa,” tambah Nike.
Sejak megelola bisnis hotel keluarga, pastinya tugas Nike tidak menjadi lebih mudah. Di sinilah justri kemampuannya diuji. “Saya harus terus banyak belajar karena ini rumit. Di sini saya bukan karyawan yang menerima order pekerjaan untuk dilaksanakan saat ini, tetapi mengelola semuanya,” ujar mantan runner up Diajeng Yogyakarta 1991 ini.
Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant di Wonosobo, nama bisnis keluarganya. Untuk lanjut meningkatkan mutu dan kualitas, Nike mengaku senantiasa melakukan renovasi. Pastinya, itu dari sisi pelayanan juga bangunan fisiknya. Dengan begitu, harapan Nike saat ini tentu hotelnya semakin banyak dikunjungi sebagai imbas dari semakin dikenalnya Wonosobo.
“Sebagai hotel yang terletak tepat di gerbang masuk Kota Wonosobo, saya berharap pariwisata Wonosobo makin dikenal sehingga hotel pun makin ramai. Sebab Wonosobo punya banyak daya tarik wisata yang dapat dikunjungi. Sebagai mantan Duta Wonosobo dan Jawa Tengah, masih terasa jiwa untuk terus membawa pariwisata Wonosobo makin dikenal di manapun,” ujar Nike mengakhiri.
Teks: FA Herru; Foto: Ist.

