468x60bannerad

Thursday, June 27, 2013

Setyono Djuandi Darmono dan Rosylawati Dewi: Budaya Jawa Akar Peradaban Bangsa



Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi yang luar biasa. Di antara ragam budaya yang ada, budaya Jawa dapat dikatakan sebagai yang tertua hingga menjadi sumber panutan. Budaya Jawa yang kita peroleh dari akulturasi budaya sejak berabad-abad silam dinilai sarat akan nilai kehidupan. Akulturasi budaya ini jelas menghasilkan suatu tradisi turun temurun yang penuh nilai moral nan luhur. Nilai-nilai tersebut mencakup norma, keyakinan, kebiasaan, konsepsi dan simbol-simbol yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Jawa. Beberapa di antaranya toleransi, kasih sayang, gotong royong, andhap asor, kemanusiaan, saling menghormati dan tahu berterima kasih.

Pernyataan di atas disampaikan oleh pengusaha Setyono Djuandi Darmono. Sebagai sosok yang lahir dan besar di Pulau Jawa, dirinya selalu menjadikan nilai-nilai budaya Jawa sebagai pedoman hidupnya. Menurutnya, budaya Jawa adalah ikon dan panutan dari budaya-budaya yang ada di dunia. ”Budaya Jawa bisa disebut juga sebagai faktor lahirnya budaya bangsa, yang banyak menghasilkan kata-kata bijak berbentuk pepatah yang berisi tentang nasihat hidup dan etika berperilaku,” tuturnya.

Banyak ditemukannya bukti-bukti sejarah dari berbagai bangunan cagar budaya hingga prasasti yang ditemukan di Pulau Jawa, menunjukan bahwa inilah pusat peradaban bangsa dimulai. Dari segi bahasa, tutur kata dan adat istiadat, Jawa selalu menjadi panutan bagi aktivitas hidup masyarakat di dunia, khususnya Indonesia. SD. Darmono mengatakan bahwa dirinya sangat menjunjung tinggi budaya Jawa dan dalam kesehariannya, founder kawasan industri JABABEKA ini banyak menggunakan pepatah dan norma hidup orang Jawa dalam pandangan-pandangan usahanya.

”Orang Jawa itu dasarnya adalah Nerimo Ing Pandum” atau bisa dikatakan menerima apa adanya dan selalu sabar dalam menghadapi segala masalah. Seperti halnya bangsa ini sedah seharusnya menggunakan pandangan-pandangan yang sesuai dengan budaya Jawa untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, salah satunya permasalahan buruh di Indonesia. Tentu untuk menyelesaikan permasalahn tersebut, kita harus selalu mengedepankan kesabaran, menerima pendapat dan adil. Apabila hal itu dilakukan oleh masing-masing pihak mudah-mudahan permasalahan buruh dan pengusaha di Indonesia ini cepat terselesaikan dan menghasilkan solusi yang terbaik,” papar pria kelahiran Yogyakarta 26 April 1949.

Kepada Kabare, SD. Darmono juga mengatakan bahwa dirinya merupakan orang yang sangat menyukai ilmu kejawen. Menurutnya, ilmu kejawen banyak memberikan manfaat dalam membangun karakter dan sebagai tuntunan hidup. Dalam menjalankan kehidupannya dirinya juga selalu berpedoman pada ilmu adep teluning atunggal atau disebut sebagai Ilmu Tiga Perangkat. Ilmu inilah yang mengajarkan agar kita selalu belajar mati selama kita menjalani hidup agar kita selamat dunia dan akhirat.

Menurutnya, inilah ilmu yang membimbing kita untuk selalu bertemu dengan cahaya Illahi, dan utusan Tuhan. Selain itu, kita juga harus bisa mengalahkan musuh-musuh kita di dalam alam semedi tidur atau disebut juga dengan alam sumpeno atau alam sasmito mulyo. Wejangan ini ia dapat dari seorang Guru Ma’rifat yang terkenal di Tanah Jawa yaitu Romo Resi Pran Suh Sastro Soewignyo.

Meski sibuk dalam mengelola usahanya, SD. Darmono sangat concern terhadap perkembangan pelestarian budaya, aset cagar budaya di Indonesia serta kemajuan industri pariwisata di Indonesia. Hal ini dibuktikan olehnya saat ia mendirikan yayasan pengelolaan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Atas kerja kerasnya ia berhasil membuat tiga candi tersebut lebih dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu tujuan wisata dunia.

Dibalik itu semua, SD. Darmono dikenal sebagai figur suami dan ayah yang sangat bertanggung jawab dengan keluarga. Dalam kehidupan keluarga yang telah dibangunnya sejak 36 tahun lalu, ia memiliki seorang istri Rosylawati Dewi, dan tiga orang putra dan satu cucu perempuan. Selain sebagai pendiri sekaligus pemilik dari kawasan industri Jababeka, SD. Darmono juga merupakan salah satu pendiri dari TIDAR Foundation. Yayasan ini dikenal sebagai yayasan yang sangat concern dengan kemajuan pariwisata, pelestarian alam dan kebudayaan di Indonesia.

Teks: Herlam; Foto: Ramadhan.
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.