468x60bannerad

Sunday, June 30, 2013

Anie Hashim Djojohadikusumo: Dedikasikan Hidup Untuk Berderma



Benar kiranya sebuah ungkapan bahwa kebahagiaan hidup tak dapat diukur dengan banyaknya harta, namun ada hal lain yang bisa membuat hidup lebih mulia. Berderma, hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sosok wanita bernama Anie Hashim Djojohadikusumo. Kebahagiannya adalah senyum, tawa dan bahagia dari kaum akar rumput yang selama ini menjadi perhatian istri pengusaha Hashim Djojohadikusumo ini. Bagi wanita yang semasa kecilnya tinggal di Walikukun, sebuah kota kecil di Kabupaten Ngawi ini, dirinya sudah terbiasa membantu sesama sejak kecil. Sang nenek, merupakan salah satu sosok yang dikenal ringan tangan dalam membantu para tetangganya. Menginjak usia sekolah, Anie pun ikut bersama kedua orangtuanya dan tinggal di Desa Gemarang kemudian pindah ke Desa Dagangan, arah Tuban, Jawa Timur.

Thursday, June 27, 2013

Setyono Djuandi Darmono dan Rosylawati Dewi: Budaya Jawa Akar Peradaban Bangsa



Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi yang luar biasa. Di antara ragam budaya yang ada, budaya Jawa dapat dikatakan sebagai yang tertua hingga menjadi sumber panutan. Budaya Jawa yang kita peroleh dari akulturasi budaya sejak berabad-abad silam dinilai sarat akan nilai kehidupan. Akulturasi budaya ini jelas menghasilkan suatu tradisi turun temurun yang penuh nilai moral nan luhur. Nilai-nilai tersebut mencakup norma, keyakinan, kebiasaan, konsepsi dan simbol-simbol yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Jawa. Beberapa di antaranya toleransi, kasih sayang, gotong royong, andhap asor, kemanusiaan, saling menghormati dan tahu berterima kasih.

Tuesday, June 18, 2013

Indra W. Supriyadi: Bantu Usaha Mikro Hingga Naik Kelas



Potensi Usaha Kecil dan Menengah atau UKM kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sebagai salah satu usaha yang dikembangkan oleh masyarakat, UKM dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat layak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kemudahan permodalan dan luasnya pemasaran harus digagas menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan potensi UKM. Di sisi lain, potensi UKM dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang cukup besar. Berangkat dari pemikiran bahwa usaha mikro, kecil dan menengah mampu memperbaiki ekonomi bangsa, maka Indra Wijaya Supriyadi memantapkan kariernya untuk berkecimpung di dunia koperasi dan perbankan yang fokus utamanya adalah membangun UKM agar mereka bisa tumbuh dan membangkitkan perekonomian.

Sosok Indra bukan orang baru dalam dunia ekonomi. Sosok pekerja keras ini memulai kariernya sebagai asisten dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan junior researcher di World Bank. Setelah lulus dari FE UI tahun 1991, Indra pun bergabung dengan Citibank. Kemudian, dirinya pindah ke GE Capital pada tahun 1998 hingga 2008 dengan posisi akhir sebagai Dewan Komisaris. Kepada Kabare, Indra mengaku cukup lama berkecimpung di bagian consumer & corporate banking, khususnya di bagian business development. Pada 1 Juli 2008, Indra memutuskan untuk bergabung di Sampoerna. Dan kini dipercaya untuk mengemban amanah sebagai CEO Bank Sahabat Sampoerna.

Thursday, June 6, 2013

Ardian Purwoseputro: Berkarya Sebagai Ujud Rasa Syukur

“Kalau ingin berguna bagi bangsa dan negara ini, berkaryalah.” Nasehat singkat dari orangtuanya ini terekam dan melekat erat dalam benaknya, sekaligus menjadi pedoman Ardian Purwoseputro, satu diantara sedikit generasi muda Tionghoa yang terjun langsung menekuni budaya Nusantara. Baginya, Kepedulian terhadap eksistensi budaya Nusantara tak cukup hanya sebatas wacana, namun harus diwujudkan dalam karya dan langkah nyata. “Berkarya dalam bidang dan kemampuan apapun yang kita miliki, sebetulnya adalah bentuk rasa syukur terhadap Ilahi atas anugerah Nusantara ini”, kata pria Surabaya kelahiran Blitar ini.

Keraguan orang lain akan kemampuan untuk berkarya tak harus dipandang sebagai hal yang terlalu serius. “Siapa lagi anak muda yang mau peduli dengan urusan-urusan nasionalisme, budaya, pluralisme, atau sejarah, jika kita tidak beraksi?” tambahnya. Dan kepedulian itu telah diwujudkannya dalam berbagai aktifitas seni budaya yang diprakarsainya, khususnya di bidang riset, dokumentasi, penulisan, serta produksi program dokumenter.

Satu diantaranya adalah keterlibatannya sebagai penggagas, periset sekaligus narasumber dalam episode dokumenter “Naga dari Timur”, salah satu episode program Metro Files yang berkisah tentang sejarah Tionghoa di Surabaya dan sempat ditayangkan hingga tiga kali di Metro TV awal 2012 lalu. Sementara pada Januari 2013 lalu, buku hasil karyanya yang berjudul “Wayang Potehi Peranakan Tionghoa Indonesia”habis terjual dalam waktu singkat. Buku yang tergolong langka ini mengupas tuntas keberadaan Wayang Potehi sebagai salah satu warisan adiluhung budaya Nusantara.

Saat ini, disamping menyelesaikan buku keduanya tentang Wayang Potehi, Ardian sedang mempersiapan pameran dan pagelaran Wayang Potehi Indonesia yang akan digelar di Volkenkunde Museum Leiden, Belanda, awal 2014 nanti. Ia juga sedang mempersiapkan drama musikal kolosal yang mengangkat kisah nyata dari abad ke-18, yaitu kisah asmara dua anak manusia di Surabaya yang berbeda suku dan status sosialnya di tengah gonjang-ganjing peperangan di Pulau Jawa. Semoga tak ada aral melintang, drama ini akan dipentaskan di Surabaya pada bulan November 2013 nanti.

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Istimewa.
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.