468x60bannerad

Tuesday, June 18, 2013

Indra W. Supriyadi: Bantu Usaha Mikro Hingga Naik Kelas



Potensi Usaha Kecil dan Menengah atau UKM kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sebagai salah satu usaha yang dikembangkan oleh masyarakat, UKM dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat layak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kemudahan permodalan dan luasnya pemasaran harus digagas menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan potensi UKM. Di sisi lain, potensi UKM dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang cukup besar. Berangkat dari pemikiran bahwa usaha mikro, kecil dan menengah mampu memperbaiki ekonomi bangsa, maka Indra Wijaya Supriyadi memantapkan kariernya untuk berkecimpung di dunia koperasi dan perbankan yang fokus utamanya adalah membangun UKM agar mereka bisa tumbuh dan membangkitkan perekonomian.

Sosok Indra bukan orang baru dalam dunia ekonomi. Sosok pekerja keras ini memulai kariernya sebagai asisten dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan junior researcher di World Bank. Setelah lulus dari FE UI tahun 1991, Indra pun bergabung dengan Citibank. Kemudian, dirinya pindah ke GE Capital pada tahun 1998 hingga 2008 dengan posisi akhir sebagai Dewan Komisaris. Kepada Kabare, Indra mengaku cukup lama berkecimpung di bagian consumer & corporate banking, khususnya di bagian business development. Pada 1 Juli 2008, Indra memutuskan untuk bergabung di Sampoerna. Dan kini dipercaya untuk mengemban amanah sebagai CEO Bank Sahabat Sampoerna.

“Sebelum Sampoerna mendirikan bank, kami terlebih dulu sudah mendirikan Koperasi Sahabat UKM dimana koperasi tersebut merupakan usaha untuk memfokuskan pada layanan keuangan simpan pinjam dengan semangat dan aspirasi untuk memberdayakan kaum muda dan wanita menjadi usahawan mandiri, membantu usaha mikro dan kecil agar meningkat menjadi skala yang lebih besar, memasyarakatkan konsep bagi hasil, keterbukaan, kesetaraan dan kesetiakawanan dalam usaha. Tentunya perlu perjuangan sampai akhirnya kami dapat melakukan pembuktian sehinggaa tersebut berjalan,” papar Indra.

Merupakan tantangan besar karena inilah salah satu idealisme untuk mengentaskan para pengusaha mikro. Indra mengaku belajar banyak dari kehidupan, satu hal, bahwa segala sesuatu perlu perjuangan. Baginya, untuk berbuat baik pun jalannya tak selalu mulus. Semakin mulia niat kita maka akan semakin besar tantangannya. Pada akhirnya, setelah Koperasi Sahabat UKM berjalan lancar dan kini memiliki 120 cabang lebih yang tersebar dari Pedalaman Sumatera sampai pedalaman Sulawesi sehingga sangat dikenal masyarakat luas, pada tahun 2011 Sampoerna melebarkan sayapnya dengan mengakuisisi Bank Dipo Internasional. Bisa dibilang Koperasi Sahabat UKM merupakan cikal bakal organisasi sekaligus pilot bagi Sampoerna Strategic Group untuk bisa mencari model pembiayaan yang paling cocok.

”Untuk Bank Dipo International yang kini berganti nama menjadi Bank Sahabat Sampoerna, umurnya sudah puluhan tahun dan biasa melayani nasabah segmen menengah hingga atas. Sementara segmen mikro, kecil dan menengah yang menjadi fokus kami memiliki kekhasan sehingga dibutuhkan penyesuaian-penyesuaian. Yang kami harapkan adalah pembiayaan ke usaha mikro, kecil dan menengah bertumbuh dalam kondisi sehat, sehingga segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik dari sisi infrastruktur, SDM hingga model pembiayaan. Dan kami ingin melayani pengusaha mikro yang belum terlayani agar mereka bisa naik kelas dari usaha kecil ke menengah hingga bisa menjadi pengusaha besar,” ujarnya.

Meski setiap hari disibukkan dengan pekerjaannya, Indra rupanya tak mau melewatkan kesempatan untuk berlari. Ya, berlari adalah hobi pria kelahiran 12 Maret 1967. dengan berlari pula, Indra kini aktif bersama komunitas Berlari untuk Berbagi bersama-sama para pengusaha besar lainnya seperti Sandiaga Uno, Fazil Alfitri yang merupakan President Director PT. Medco Power Indonesia (MPI) hingga Anindya Bakrie. Berkat lari pula, Indra sudah mengikuti Berlin dan New York Marathon 2012 serta Paris Marathon 2013 sebagai program amal Berlari untuk Berbagi.

”Saya memilih lari bukan karena ini trend sosialita, namun saya anggap lari itu sebagai self chalenging exercise, karena sebetulnya ini merupakan olahraga yang menantang diri sendiri. Saya ingin memasyarakatkan olahraga lari dan saya sudah membuktikan ketika saya berlari di beberapa negara, bahwa banyak orang-orang yang usianya panjang umur karena giat olahraga terutama lari,” pungkas Indra.

Teks: Della Yuanita; Foto: BK.
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.