Lahir dan besar di sebuah desa kecil di Deli Serdang, rupanya tak membuat sosok akademisi ini patah arang untuk melanjutkan mimpi besarnya untuk berkecimpung dalam bidang teknik. Meski sebelumnya bercita-cita bekerja di bidang ekonomi, namun Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air Sigura-gura Asahan, Sumatera Barat, mengubah jalan pikiran Dr. Ir. Tumiran, M.Eng., ketika pada akhirnya dirinya bermimpi ingin meneruskan pendidikannya di bidang teknik. Sebagai anak seberang, Tumiran pun memantapkan niatnya untuk mengikuti tes di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mengambil jurusan Teknik Elektro. Siapa mengira mimpi itupun terwujud, bahkan dirinya mendapatkan kesempatan menjadi dosen di jurusan tersebut.
Mimpi Tumiran pun tak terhenti di situ. Berbekal tekad dan kemauan, dirinya kemudian mengikuti seleksi pendidikan di luar negeri untuk lebih meningkatkan ilmu yang dimilikinya. Tumiran beruntung, mimpinya tak sia-sia. Dirinya lolos seleksi pendidikan S2 Teknik Elektro di Saitama University Jepang pada tahun 1993. Sosoknya yang humble dan disukai banyak teman, membuat Tumiran pun terpilih menjadi Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang dalam medio tahun 1993.
”Ketika terpilih menjadi Ketua PPI di Jepang, saya banyak menggelar event seni budaya Indonesia di sana. Tujuannya tak lain untuk mendekatkan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, karena orang Jepang mengenal Indonesia sebagai masyarakat yang ramah dan hangat,” ujar pria kelahiran Binjai, 23 Agustus 1959 ini kepada Kabare.
Tumiran yang juga melanjutkan pendidikan S3 di Production and Information Sciences, di universitas yang sama ini bahkan sempat menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan seperti perusahaan operator komunikasi di Jepang, Garuda Indonesia hingga BI untuk pembiayaan PPI Jepang yang berkonsep self funding. Semuanya dilakukan untuk memberikan kemudahan berkomunikasi hingga transportasi para anggota PPI di Jepang. ”Hingga pada akhirnya saya dihadapkan pada dua pilihan terus berada di Jepang atau kembali ke Indonesia. Kebetulan pada waktu itu sudah ada perusahaan yang menawari saya bekerja, namun saya berpikir ilmu yang saya peroleh sudah seharusnya dibagikan kepada mahasiswa di Indonesia,” paparnya.
Karier Tumiran di bidang akademik pun kian cerah. Tumiran pun mendirikan biro konsultan training di bidang pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas building, masalah power system hingga maintenance. Hal ini rupanya sangat menarik baginya, Tumiran mengatakan bahwa ilmunya dapat berkembang serta dirinya dapat men-deliver knowledgenya dengan baik kepada para mahasiswa. Seiring berjalannya waktu, Tumiran pun diangkat menjadi Ketua Jurusan Teknik Elektro UGM selama dua periode pada tahun 2003. Selain itu, Tumiran bersama dengan lima Ketua Jurusan Teknik Elektro perguruan tinggi seluruh Indonesia antara lain Dr. Isnu Wardianto dari ITB, Dr. Rudy Setyabudi dari UI, Ir. Sujadi, MT., dari Undip, Dr. M. Ashari dari ITS dan Dr. Ida Ayu Giriantarai dari Universitas Udayana Bali, mendirikan Forum Jurusan Teknik Elektro Indonesia.
”Kami bersinergi untuk menyelaraskan pendidikan tinggi teknik elektro se-Indonesia meliputi pengembangan kurikulum, transformasi knowledge, menyimpulkan dan memberi amsukan serta solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan. Harapannya mengangkat bidang pendidikan teknik elektro yang sama di berbagai daerah juga,” papar pria yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Teknik UGM ini.
Kecemerlangan karier akademisinya akhirnya membawa Tumiran terpilih mewakili akademisi untuk menjadi anggota Dewan Energi Nasional pada tahun 2009 lalu. Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa sumber daya energi merupakan kekayaan alam yang dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
”Peranan energi sangat penting bagi peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan nasional, sehingga pengelolaan energi yang meliputi penyediaan, pemanfaatna dan pengusahaannya harus dilakukan secara berkeadilan, berkelanjutan, rasional, optimal, dan terpadu. Cadangan sumber daya energi tidak terbarukan terbatas, maka perlu adanya kegiatan penganekaragaman sumber daya energi agar ketersediaan energi terjamin,” ujar Tumiran.
Oleh karena itu, DEN memiliki tugas untuk untuk merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional yang kini sudah maju ke DPR untuk mendapat persetujuan, menetapkan rencana umum energi nasional, menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisi dan darurat energi, dan mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektor. Untuk kedepannya Tumiran berharap kita mampu mengembangkan serta memanfaatkan energi terbarukan. Karena jika itu terpenuhi maka pertumbuhan ekonomi bangsa akan mengarah menjadi lebih baik.

