468x60bannerad

Thursday, July 4, 2013

Harry Juwono: Sukses Berkat Warisi Keahlian Sang Ayah



Salah satu warisan kebudayaan China yang hingga kini masih eksis dan diakui dunia adalah pengobatan tradisionalnya. Pengobatan tradisional China bahkan dinilai sebagai salah satu pengobatan alternatif medis saat ini. Pada prakteknya, pengobatan tradisional yang telah berkembang selama ribuan tahun lamanya ini menggunakan bahan-bahan alami yang dipercaya berkhasiat bagi kesehatan ragawi. Berawal dari keahlian menjadi sinshe secara turun temurun inilah, sosok Harry Juwono memantapkan diri untuk mengembangkan usaha yang semula dirintis oleh kedua orangtuanya pada tahun 1952 di Magelang.

Kepada Kabare, Harry yang merupakan pemilik dari PT. Sari Sehat, mengisahkan bahwa kedua orangtuanya semula mengelola sebuah toko obat tradisional Tiongkok bernama Toko Sehat. Dirinya merasa tertarik dan mulai mempelajari ilmu pengobatan tradisional tersebut dari sang ayah. “Setelah beberapa tahun berguru kepada ayah, saya mulai menguasai di bidang tradisional sinshe. Kemudian saya mulai memberanikan diri untuk mengobati pasien. Saya langsung mempraktekkan ilmu yang saya peroleh, lama kelamaan saya mulai bisa mengumpulkan komposisi resep yang bagus. Sebetulnya itu semua pasien yang mendidik kami. Tanpa pasien kami tidak akan bisa seperti ini,” jelasnya.

Harry mengatakan, bahwa kepercayaan dari para konsumen yang mantap turut menggugah semangatnya untuk berinovasi walaupun pada awalnya hanya berbekal teknologi yang sederhana untuk mengembangkan ramuan praktis dalam bentuk serbuk. Harry juga mengungkapkan jika dari pasien pula dirinya belajar mengatur komposisi ramuan yang tepat untuk mengobati pasien. Rupanya, Harry ingin usahanya lebih maju. Oleh karenanya pada tahun 1980 dirinya mendirikan home indsutry jamu. Tentunya, Harry dan keluarganya pun selalu berusaha meningkatkan mutu dan teknologi untuk memuaskan para konsumen.

”Berdasarkan hasil riset kami pada tahun 1990 untuk mengembangkan ramuan dalam bentuk ekstrak tablet Pil Merit yang kami mulai pasarkan di tahun 1992 dan ternyata mendapat respon yang sangat postif dari konsumen. Kenaikan nilai penjualan pada akhirnya menambah semangat kami untuk memberanikan diri untuk mendirikan pabrik jamu di tahun 1993. Pada tahun 2001 kami juga telah membuka lahan agroindustri yang akan mensuplai kebutuhan tanaman obat untuk kami dan para peminat bahan baku tanaman obat,” papar pria kelahiran 15 Agustus 1950 ini.

Harry mengatakan kini produk industrinya sudah cukup banyak yang beredar di pasaran. Karena masuk kategori obat herbal, maka produk industrinya ini tidak memiliki efek samping bagi tubuh, karena dibuat dari bahan-bahan alami dan diproses dengan mesin yang modern. Harry menjelaskan bahwa produknya yang merupakan obat herbal ini banyak menggunakan hasil bumi yang berasal dari Nusantara. Namun, pihaknya juga banyak menggunakan rempah dari China yang sudah dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.

”Jadi intinya, bahan yang baik akan kami ambil dan gunakan, tidak pandang bulu kami ambil dari mana, apakah Indonesia, China, ataupun negara lain. Yang penting, khasiat dari bahan alami tersebut sudah terbukti berkhasiat. Khusus untuk bahan dari China, kami telah banyak memiliki data tertulis karena di sana resep-resep untuk kesehatan sudah jelas dan tertulis di buku-buku. Sehingga itu sangat mendukung dan memudahkan kami untuk belajar dan mempelajari cara membuat resep dan membuat komposisi yang bagus,” paparnya.

Untuk ke depannya, Harry sangat berharap industri obat herbal yang hanya menjadi home industry dapat lebih maju. Tentunya, usaha tersebut harus didukung dengan uji klinis dan ijin resmi dari Badan POM. Karena jika tidak, maka produk tersebut diragukan khasiatnya. Dan, jika itu terjadi, maka dapat merusak imej dan merugikan pabrik jamu yang lain.

Teks: Della Yuanita; Foto: Albert.
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.