Ketika Ketut diberi amanah memegang kendali PT. Pos Indonesia pada Agustus 2009, dirinya punmenyiapkan sejumlah langkah revitalisasi termasuk memperbaiki infrastruktur perseroan. Ketut melakukan perbaikan infrastruktur secara fisik dan virtual. Perbaikan fisik dilakukan untuk mendongkrak citra perusahaan duantaranya dengan merenovasi gedung-gedung kantor pos yang kurang terawat. Tentunya, hal ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan brand perusahaan sekaligus mengirim sinyal bahwa PT. Pos telah berubah warna menjadi kian modern dan dinamis. Upaya Ketut tak hanya sebatas tampilan fisik saja, namun juga infrastruktur teknologi informasi juga diperbaiki. Kini, semua kantor pos yang berjumlah lebih dari 3000 di Indonesia, kini terhubung dengan jaringan online.
“Sebenarnya saya mengembangkan PT. Pos dengan satu pola yakni bagaimana melibatkan para bawahan untuk terlibat memberikan kontribusi terhadap pengambilan suatu keputusan. Jadi semua kita berdayakan. Ini akan berlawanan dengan otoritatif manajemen style. Karena saya menganut patisipatif management, maka langkah-langkah saya memang banyak ke lapangan untuk melakukan berbagai sosialisasi internal dan eksternal,” ujar Ketut.
Ketut mengatakan bahwa awalnya banyak orang mengatakan bahwa PT. Pos adalah sunset industry seiring bermunculannya email. Namun dengan berjuang, memiliki visi, disiplin dan kerja keras, Ketut justru menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk kembali bangkit menjadi sunrise industry. Pada akhirnya, pria kelahiran 18 Maret 1951 ini berhasilkan membangunkan raksasa tidur itu. Pada tahun 2008 tercatat kerugian perseroan mencapai Rp. 70. 749 miliar, namun di tangan Ketut perseroan langsung emncetak laba sebesar Rp. 98. 266 miliar dan tahun 2012 perseroan mencatat laba Rp. 212 miliar.
“Dalam mengembangkan PT. Pos, saya mengkomunikasikan tiga hal, yakni entrepreneurship spirit, business owner mentality dan behavior, serta transcommisioner leadership. Selain itu juga sikap sebagai entrepreneur kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko juga saya pertahankan. Saya ingin membuat suatu sikap kepemimpinan yang selalu mendengungkan perubahan. Dan di situ harus ada keberanian dan semua elemen harus ikut terlibat,” papar pria yang terpilih menjadi CEO BUMN Pilihan Tempo 2012 ini kepada Kabare.
Untuk kedepannya, Ketut mengatakan bahwa BUMN yang dipimpinnya ini kini sedang bergerak dari postal company menuju network company. Jaringan bisnis yang diperluas akan membuat pergeseran menuju ke arah yang positif. PT. Pos juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang ingin menjalin kemitraan bisnis dengan PT. Pos.
Teks: Della Yuanita ; Foto: Albert.

