“Saya berusaha semua pekerjaan saya mendapat porsi perhatian yang sama. Namun memang waktu saya lebih banyak tercurah di bidang kenotariatan. Banyak sekali hal yang menarik di dunia kenotariatan. Banyak hal menantang juga di sini, yang jelas dibutuhkan kerja keras dan kejujuran dalam setiap pekerjaan. Selain itu, saya juga mengajar sebagai dosen luar biasa di Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini dan Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro, Semarang serta coach untuk legal aspek di beberapa lembaga keuangan,” papar wanita kelahiran 11 Februari 1970 ini kepada Kabare.
Rika yang pernah mengikuti suaminya kuliah di Inggris tersebut mengatakan bahwa meski anak-anaknya besar di salah satu negara di Eropa tersebut, namun setelah kembali ke Indonesia, keinginan untuk mengenal budaya bangsa sendiri justru datang dari anak-anaknya sendiri. Bahkan anak sulungnya yang kini sedang kuliah di UGM jurusan HI Jogja sangat bersemangat mengikuti les menari Jawa. Menurut Rika yang pernah menjadi Putri Citra di era 90an, semua dilakukan dengan tujuan menguri-uri budaya, agar tak terjadi gegar budaya di kemudian hari. “Pengalaman saya menjadi Putri Citra dan mempromosikan budaya di berbagai negara ASEAN pada akhirnya membuat saya ingin kedua anak saya yang besar di luar negeri pun mengenal dan mencintai budaya bangsa sendiri. Dan mereka pun merasa tertarik sendiri untuk mengenal budayanya lebih jauh. Itu sangat membanggakan bagi saya,” pungkas Rika.
Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

