468x60bannerad

Monday, April 14, 2014

Gabriela Isler, Sejatinya Sebuah Kecantikan

Ajang kontes kecantikan ratu sejagat, beritanya seolah tak pernah henti. Pun demikian siapa yang menjadi pemenangnya. Di manapun dia berada, mata lensa para pencari berita seolah tak pernah terlambat menangkapnya. Maria Gabriela de Jesus Isler Morales, sang pemenang kontes kecantikan ratu sejagat tahun 2013, yang dinobatkan pada 9 November di Crocus City Hall Moscow, Rusia, selama setahun ke depan akan berkeliling dunia menjalani hari-harinya sebagai duta Miss Universe. Sudah pasti, kehadirannya di berbagai daerah dan tempat, akan selalu menjadi makanan kuli-kuli tinta.

Ya, meskipun terkesan berulang dan diulang, berita atau profil dia yang menyunggi tiara berkilau, mahkota yang mengesahkannya sebagai perempuan tercantik di jagat, selalu punya kesan tersendiri bagi yang menyimaknya. Soal kesan, Molly, panggilan perempuan kelahiran Valencia Carabobo Venezuela, 21 April 1988 ini, pun memiliki kesan tersendiri dalam mengartikan Miss Universe yang kini disandangnya.

Menurutnya, Miss Universe memang pencapaian cukup besar dalam hidupnya. Bagaimana tidak, mengikuti kontes ratu sejagad itu adalah puncak dari kariernya sebagi model. Apalagi hal itu juga dilatarbelakangi atas rasa cinta terhadap ibu dan neneknya. Memang, sang ibulah yang kemudian meminta dan mendorongnya mengikuti ajang putri-putrian setelah sejak usia 14 tahun terjun di dunia modeling. Semua ini menurut Gabriela memang untuk menyenangkan hati orangtuanya.

Tentu, mendapatkan gelar Miss Universe membuatnya bahagia tak terhingga. Gabriela bahkan sempat shock, gemetar dan emosional ketika mahkota itu disematkan di kepalanya. Kepada media dunia, Gabriela menyatakan rasa senangnya dan merasa diberkati karena bisa menerimanya. Namun demikian, gelar itu tak dianggapnya sebagai satu-satunya pencapaian puncak dalam dalam hidupnya. “Pencapaian terbesar saya itu ketika menyelesaikan pendidikan,” ujar sarjana di bidang manajemen dan marketing ini.

Baginya, pendidikan sangat penting dan membuka banyak peluang dalam hidup. Ia mengaku merasa takjub ketika dapat menyelesaikan kuliah sekaligus mendapat gelar Miss Venezuela. Gabriela mengikuti ajang Miss Venezuela 2012 setelah menyelesaikan kuliahnya itu. Ke depan, dia pun telah memiliki rencana. Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Miss Universe, Gabriela akan melanjutkan kuliah untuk meraih gelar master di bidang marketing, dan setelah itu membangun perusahaan sendiri.

Satu lagi pendapatnya soal Miss Universe. Ketika ditanya arti kecantikan yang memang merupakan pamor utama dari ajang tersebut, Gabriela menjawab bahwa kecantikan adalah anugerah luar biasa bagi perempuan. Menurutnya, cantik itu jauh lebih dalam dari sekadar kulit yang membungkus tubuh dan wajahnya. Cantik lebih berarti kharisma, kebaikan dari dalam diri atau pribadi yang memancar ke luar. Lalu pastinya, karena itu pula, Gabriela dapat memenangkan kontes Miss Universe.

Selain punya sifat kompetitif, rupanya Gabriela juga memiliki sifat rendah hati dan sangat bersahabat. “Dalam hidup, saya pun percaya hukum karma atau hukum tabur-tuai. Jadi dengan sadar, saya berusaha sedapat mungkin berbuat baik agar kebaikan pula yang datang ke dalam hidup saya,” ujarnya mengekpresikan salah satu contoh bagaimana sejatinya sebuah kecantikan.

Dalam kaitan menjalankan tugasnya sebagai Miss Universe, Gabriela Isler pun sempat mengunjungi Indonesia pada 27-31 Januari lalu. Kedatangannya itu, terutama untuk menghadiri acara malam final Puteri Indonesia 2014. Selama di Indonesia itu, Gabriela pun dijadwalkan mengunjungi kota budaya Yogyakarta dan juga Surabaya. Selama itu pula, dia diperkenalkan dengan budaya Indonesia. Seperti dari tarian, kuliner, dan juga batik. Ketika di Yogyakarta, Gabriela bahkan sempat mencicipi dan mencoba membuat sendiri penganan khas Yogyakarta yaitu bakpia.

Selain itu, selama lawatannya ke Indonesia, Gabriela diakrabkan pula dengan batik. Beraneka ragam busana berbahan dasar batik dikenakannya. Sempat pula dia belajar sedikit bagaimana caranya membatik dan filosofi dari beragam motif. Janjinya ketika itu adalah mempromosikan batik ke seluruh dunia.

Tentang budaya Indonesia, Gabriela Isler mengaku sangat antusias ketika diceritai tentang kebudayaan Indonesia dan melihat sendiri keindahan alam Indonesia. Baginya, kunjungannya ke Indonesia merupakan pengalaman yang amat berharga dan memorable. Dan itu pun dianggapnya sebagai pengalaman yang sangat besar dalam hidupnya.

Teks: FA Herru; Foto: Albert
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.