Ketika berbincang dengan Kabare, Edward yang juga dikenal sebagai aktor, penulis, produser, sutradara, dan model profesional ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa berbagai ilmu dan pengalaman tentang dunia perfilman tanah air. “Bagi saya Jogja merupakan kota yang penuh potensi. Tak hanya kental dengan budayanya, namun Jogja juga menyimpan segudang sineas film muda yang berbakat. Jogja memiliki sutradara Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, Ifa Isfansyah, Yosep Anggi Noen dan masih banyak lagi. Yang saya kagum dengan Jogja adalah selain memiliki sineas muda berbakat, para film maker Jogja juga sangat kompak, aktif dan solid. Ini bisa menginspirasi daerah lain bahkan ibukota,” ujar pria kelahiran Jakarta, 28 Juli 1982 ini kepada Kabare.
Sebagai sineas, Edward patut untuk diperhitungkan. Terbukti, sederet penghargaan diterima Edward dalam perjalanan kariernya. Sebut saja, Best Asian Short Film Award di Screen Singapore (Payung Merah), Audience Award untuk Best Short Film (Laundromat) di 18th ReelPride: Fresno LGBT Film Festival (AS), Juri Award untuk Best Director of Short Film (Laundromat) pada 19th Clip di Tampa LGBT Film Festival (AS) dan Best Feature Screenplay (Nona Indonesia, bersama sutradar Lucky Kuswandi) di Jakarta International Film Festival 2006.
Teks: Della Yuanita

