468x60bannerad

Friday, December 13, 2013

Ira Natalisa Ayodhia: Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air Sejak Dini

Indonesia dikenal sejak dulu sebagai bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya, suku dan bahasa. Inilah yang menciptakan kerukunan dan persatuan yang erat pada kehidupan masyarakat Indonesia. Hal tersebut yang menjadi unggulan Indonesia untuk menjadi bangsa yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan serta menjaga lestarinya khasanah budaya bangsa. Menjunjung tinggi nilai persatuan dan melestarikan budaya bangsa bisa diapresiasikan dalam kehidupan sehari-hari, menurut Ira Natalisa Ayodhia yang lebih akrab disapa dengan Lisa Ayodhia.

Menurut Ibu dari 3 putera dan 1 puteri serta 4 orang cucu ini, persatuan dan lestarinya budaya Indonesia memang harus dipertahankan dan dijaga dengan sepenuh hati. Karena menurutnya kita sebagai masyarakat Indonesia harus melihat Indonesia sebagai jiwa dan raga kita, agar dengan sendirinya timbul kesadaran untuk mencintai dan melindungi bangsa ini sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan. Selain itu Lisa Ayodhia juga memberikan wejangan dan arahan kepada putra-putri serta cucu-cucunya untuk selalu menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia. Karena dari sebuah perbedaan akan tercipta suatu persamaan prinsip yang membangun rasa kebersamaan.

“Saya membiasakan diri mendidik putera–puteri maupun cucu agar membiasakan lebih memilih karya atau produk buatan dalam negeri. Dengan menggunakan produk atau karya buatan dalam negeri kita sudah mendukung bangsa ini untuk menjadi yang terdepan dan menjadi panutan bagi bangsa lainnya. Bagi saya, cinta kepada tanah air harus dipupuk sejak dini, agar kesadaran cinta tanah air ini dapat tertanam di jiwa putra-putri Indonesia. Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik putra-putrinya untuk bisa berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya kepada Kabare.

Dalam hal berbusana ia lebih memilih mengenakan busana dan aksesoris tradisional klasik rancangan para desainer ternama Indonesia, khususnya rancangan Didi Budiardjo. Menurutnya busana tradisional klasik Indonesia adalah busana yang sangat Indah dan nyaman untuk dikenakan. Selain itu, busana tradisional klasik Indonesia juga dapat dimodifikasikan menjadi busana modern dengan tanpa menghilangkan aksen khasnya, sehingga menghasilkan suatu rancangan busana yang unik dan mempesona. Busana tradisional klasik Indonesia yang biasa ia kenakan dalam acara resmi dan kehidupan sehari-hari antara lain kebaya, songket, dan tenun.

Di usianya yang ke 61 tahun ini, Lisa dikenal oleh keluarga dan rekan-rekannya sebagai pribadi yang kreatif, inovatif dan gigih, serta kerap memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Kesibukannya di bidang usaha Public Relation dan komunikasi di bawah bendera Mitra Enterprise membuat ia harus tampil enerjik, selalu ingin tahu dan senang mencoba hal-hal yang baru. Hal ini ia lakukan agar seluruh team Mitra Enterprise yang ia pimpin, dapat terinspirasi olehnya. Lisa yang dilahirkan di sebuah kota kabupaten kecil di kaki Gunung Kelud bernama Welingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada 9 September 1952 ini mengatakan bahwa dirinya selalu memberikan masukan kepada seluruh karyawan agar jangan ragu untuk terus mau belajar.

“Jika secara kebetulan ada beberapa proyek yang waktunya tumpang tindih, semalam saya bisa hanya tidur 2 sampai 3 jam. Tapi saya harus tetap semangat menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Contohnya pemotretan dengan Kabare seperti sekarang ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Ira Natalisa Ayodhia, juga dikenal sangat aktif dalam mendukung perkembangan kemajuan kopi Nusantara. Bersama dengan asosiasi eksport kopi, Lisa mendukung program kampanye kopi Nusantara. Program ini di wujudkan dengan menyelenggarakan ajang pemilihan duta kopi dunia yang diberi nama Miss Coffee International-World Contest. Sebelumnya Lisa juga sukses menyelenggarakan Miss Coffee Indonesia yang setiap tahun di selenggarakan, ajang ini diharapkan dapat menghasilkan duta-duta kopi yang dapat mempromosikan hasil kopi di daerahnya masing-masing dan juga dapat mengkampanyekan kopi nusantara kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kenikmatan rasa kopi Nusantara tidak kalah dengan rasa kopi dari produsen kopi dari negara lainnya.

Selain program Mis Coffee, Lisa Ayodhia juga sering mengadakan seminar seputar perkopian Indonesia bekerja sama dengan Kelompok Penikmat Kopi Indonesia (KPKI) di kedai-kedai kopi Indonesia dan internasional serta kedai-kedai kopi kaki lima. Hal ini dilakukan untuk menyemangati para pedagang kopi di Indonesia agar tetap memakai bahan dan racikan kopi yang berasal dari Indonesia, sehingga mereka dapat ikut serta untuk mengkampanyekan program kopi Nusantara. Lisa juga dikenal sangat aktif di bidang sosial, antara lain dukungan terhadap pendidikan dan pembinaan sikap mental generasi muda. Saat ini ia aktif menjadi pimpinan Yayasan GPMB yang aktif di bidang pelatihan dan pembinaan marching band yang diikuti oleh para putera-puteri Indonesia bersama sang suami. Berkat kepemimpinannya Maching band GPMB banyak memenangkan kompeteisi di nasional maupun internasional.

Dalam keluarga, Lisa sangat mencintai dan menyayangi keempat putera-putrinya serta keempat cucunya dan ia juga dikenal sebagai pribadi yang gemar menolong dan memberi kepada siapapun. “Saya orangnya tidak bisa melihat orang mengalami kesulitan dan selalu ingin sekali menyenangkan hati orang lain. Rasanya ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri apabila saya bisa melakukan itu. Saat ini masih banyak masyarakat kita yang tidak mempunyai kesadaran kolektif untuk saling tolong menolong dan lebih mementingkan diri sendiri,” ujarnya prihatin.

Hal ini Lisa sampaikan bukan untuk menyombongkan diri tetapi ia berharap dapat mengajak masyarakat lainnya dapat tergerak hati untuk bisa menyadari bahwa kepedulian terhadap sesama sangat penting. “Sebagai manusia kita ditakdirkan oleh Tuhan tidak hidup individual tetapi bermasyrakat atau berkelompok, jadi, marilah kita saling tolong-menolong antar sesama,” pungkasnya.

Teks: Herlan; Foto: BK
Copyright © Album Nama - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.