Sewaktu kuliah, Ibu kelahiran 9 Februari 1975 ini memang tercatat sebagai lulusan terbaik dan tercepat di almamaternya, UGM. Selepas itu, Shinta bekerja sebagai pengajar di beberapa universitas swasta di Jogja. “Sampai pada satu titik, saya kemudian merasa kurang puas dengan apa yang saya kerjakan. Sebab ilmu yang saya dapat di bangku pendidikan tak sepenuhnya dapat saya tuangkan, dan manfaatnya tidak dapat dirasakan masyarakat banyak.” Itulah sebabnya, Shinta kemudian menggugah diri untuk berbuat sesuatu untuk masyarakat, sampai akhirnya tercipta satu lembaga psikologi tersebut.
“Saya pun mengajak teman-teman yang seperti saya ini, untuk mau bangun dan bergerak. Sebab, ternyata masyarakat itu banyak yang membutuhkan tenaga dan ilmu kita. Begitu banyak masalah pada anak yang ternyata pangkalnya bermula dari masalah orangtua sendiri. Namun orangtua tidak pernah menyadarinya. Yang justru disadarinya adalah masalah-masalah yang terjadi pada anak,” katanya.
Menurutnya, Bunda Cinta Parenting Center ia dirikan sebagai sebuah lembaga yang memberikan pendidikan dan pengetahuan seputar anak. Bagaimana mendidik mereka dengan baik, bagaimana memahami mereka, dan menjadi orangtua yang baik bagi anak. Disadari atau tidak, ternyata masyarakat membutuhkan lembaga-lembaga seperti ini.
Teks: FA Herru
