Cukup kenyang makan asam garam di dunia perhotelan, alumnus Victoria University Australia ini mengungkapkan tantangan terbesar bekerja di industry pariwisata adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi bukan hanya kepada local tapi kepada dunia. Merasa punya tanggung jawab akan property yang dikelolanya, menorehkan banyak kesan dalam dirinya. Bagi Isa, sense of challenge harus ada. Untuk itulah ia sangat bangga manakala bisa menjadikan sebuah property yang tidak banyak dikenal kemudian menjadi sangat terkenal bahkan leading akibat dari campur tangannya. “Saya berguna belum buat orang lain, kalau belum berguna, nggak ada gunanya,” demikian pedoman hidup Isa.
Demikian halnya saat dipercaya memimpin Mesa Stila, Isa berharap dengan memberikan misi pelayanan secara wellness destination, yakni level terakhir dari mice traveler dapat mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya smart traveling yakni bagaimana agar mereka lebih mengerti tentang makna liburan sehingga dapat memilih destinasi liburan yang tepat.
Teks: Anis RN
