“Sayangnya, di Indonesia pendokumentasian sejarah, khususnya lagu-lagu kurang tergarap baik. Saya memiliki kepedulian untuk mengangkat kembali lagu-lagu di era 1950-an untuk diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Karena banyak sekali karya-karya emas dari Ismail Marzuki, Sam Saimun, Oesman dan lain sebagainya yang lirik dan nadanya sangat bagus meski sederhana,” ujar alumni Jurusan Ilmu Filsafat UGM ini kepada Kabare.
Selengkapnya di Kabare Magazine > Edisi Digital No. 149, November 2014

